Krisis Kepercayaan pada F-35 AS Dorong Kebangkitan Eropa Kembangkan Jet Tempur Generasi Ke-6
Minggu, 04 Mei 2025 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Kecaman Trump terhadap kontribusi rendah negara-negara NATO dalam pembiayaan pertahanan telah memicu keresahan, termasuk di Kanada dan beberapa negara Eropa yang kini mempertimbangkan kembali rencana pembelian F-35.
Kekecewaan terhadap dominasi AS mendorong negara-negara Eropa untuk merintis kemandirian melalui pengembangan jet tempur generasi keenam. Program-program seperti Global Combat Air Programme (GCAP) yang melibatkan Inggris, Italia, dan Jepang, serta Future Combat Air System (FCAS) yang digagas Prancis, Jerman, dan Spanyol, kini mendapat momentum baru.
GCAP dipandang sebagai simbol kemerdekaan militer. Jet tempur yang dirancang, termasuk Tempest dari Inggris yang dijadwalkan hadir pada 2035, menjanjikan kemampuan yang dapat disesuaikan oleh negara pengguna tanpa intervensi pihak asing.
Seorang pejabat dari Eropa Tengah menyebut bahwa tekanan untuk bergabung dalam program semacam ini "semakin besar" sejak Trump kembali berkuasa.
Tidak tinggal diam, AS juga tengah mengembangkan jet tempur generasi keenam melalui program Next Generation Air Dominance (NGAD).
Dalam sebuah briefing di Gedung Putih, Presiden Trump memperkenalkan F-47, jet baru yang diklaim akan menjadi "permata mahkota" sistem pertahanan udara masa depan.
Namun, janji Trump bahwa F-47 akan dijual ke sekutu dalam versi yang "diturunkan 10 persen kemampuannya" membuat banyak calon pembeli khawatir.
Pengakuan terbuka ini memperkuat persepsi bahwa AS akan selalu menyimpan keunggulan teknologi untuk dirinya sendiri.
"Saya melihat risiko pada F-35, dan risikonya bahkan lebih jelas pada F-47," ujar Letnan Jenderal (Purn) Yvan Blondin, mantan komandan Angkatan Udara Kanada.
Dorongan untuk Otonomi Pertahanan
Kekecewaan terhadap dominasi AS mendorong negara-negara Eropa untuk merintis kemandirian melalui pengembangan jet tempur generasi keenam. Program-program seperti Global Combat Air Programme (GCAP) yang melibatkan Inggris, Italia, dan Jepang, serta Future Combat Air System (FCAS) yang digagas Prancis, Jerman, dan Spanyol, kini mendapat momentum baru.
GCAP dipandang sebagai simbol kemerdekaan militer. Jet tempur yang dirancang, termasuk Tempest dari Inggris yang dijadwalkan hadir pada 2035, menjanjikan kemampuan yang dapat disesuaikan oleh negara pengguna tanpa intervensi pihak asing.
Seorang pejabat dari Eropa Tengah menyebut bahwa tekanan untuk bergabung dalam program semacam ini "semakin besar" sejak Trump kembali berkuasa.
AS Menjawab dengan F-47 dan NGAD
Tidak tinggal diam, AS juga tengah mengembangkan jet tempur generasi keenam melalui program Next Generation Air Dominance (NGAD).
Dalam sebuah briefing di Gedung Putih, Presiden Trump memperkenalkan F-47, jet baru yang diklaim akan menjadi "permata mahkota" sistem pertahanan udara masa depan.
Namun, janji Trump bahwa F-47 akan dijual ke sekutu dalam versi yang "diturunkan 10 persen kemampuannya" membuat banyak calon pembeli khawatir.
Pengakuan terbuka ini memperkuat persepsi bahwa AS akan selalu menyimpan keunggulan teknologi untuk dirinya sendiri.
"Saya melihat risiko pada F-35, dan risikonya bahkan lebih jelas pada F-47," ujar Letnan Jenderal (Purn) Yvan Blondin, mantan komandan Angkatan Udara Kanada.
Lihat Juga :