Kim Jong-un Perintahkan Kapal Perang Korea Utara Segera Dilengkapi Senjata Nuklir
Kamis, 01 Mei 2025 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Maret, Kim Jong-un memeriksa proyek untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, menegaskan bahwa meningkatkan Angkatan Laut secara "radikal" adalah bagian penting dari strategi pertahanan Pyongyang.
Saat itu, Kim Jong-un menyerukan modernisasi Angkatan Laut permukaan dan bawah laut negara itu, termasuk pengembangan kapal perang.
Pyongyang telah mengeklaim pada tahun-tahun sebelumnya bahwa mereka tengah mengembangkan kendaraan nirawak serang nuklir bawah laut, yang dapat melepaskan "tsunami radioaktif", tetapi para analis mempertanyakan apakah mereka benar-benar memiliki senjata semacam itu.
Washington—sekutu keamanan utama Seoul—dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan latihan militer gabungan dan meningkatkan kehadiran aset strategis AS, seperti kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir, di kawasan itu untuk menghalau Korea Utara.
Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara senjata nuklir yang statusnya tidak dapat diubah dan secara rutin mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi.
"Pernyataan Korea Utara tentang percepatan persenjataan nuklir Angkatan Laut-nya diduga merujuk pada peningkatan kemampuan operasional rudal nuklir taktis dan strategis oleh armada tersebut,” kata Yang Moo-jin, presiden University of North Korean Studies di Seoul.
Uji coba minggu ini tampaknya menyoroti pernyataan Korea Utara bahwa kapal perangnya yang baru saja diresmikan mampu melakukan operasi di perairan biru, kata Yang Moo-jin kepada AFP, merujuk pada misi Angkatan Laut yang dilakukan jauh dari perairan pesisir negara itu sendiri, sering kali di wilayah laut terbuka.
Saat itu, Kim Jong-un menyerukan modernisasi Angkatan Laut permukaan dan bawah laut negara itu, termasuk pengembangan kapal perang.
Pyongyang telah mengeklaim pada tahun-tahun sebelumnya bahwa mereka tengah mengembangkan kendaraan nirawak serang nuklir bawah laut, yang dapat melepaskan "tsunami radioaktif", tetapi para analis mempertanyakan apakah mereka benar-benar memiliki senjata semacam itu.
Washington—sekutu keamanan utama Seoul—dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan latihan militer gabungan dan meningkatkan kehadiran aset strategis AS, seperti kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir, di kawasan itu untuk menghalau Korea Utara.
Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara senjata nuklir yang statusnya tidak dapat diubah dan secara rutin mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi.
"Pernyataan Korea Utara tentang percepatan persenjataan nuklir Angkatan Laut-nya diduga merujuk pada peningkatan kemampuan operasional rudal nuklir taktis dan strategis oleh armada tersebut,” kata Yang Moo-jin, presiden University of North Korean Studies di Seoul.
Uji coba minggu ini tampaknya menyoroti pernyataan Korea Utara bahwa kapal perangnya yang baru saja diresmikan mampu melakukan operasi di perairan biru, kata Yang Moo-jin kepada AFP, merujuk pada misi Angkatan Laut yang dilakukan jauh dari perairan pesisir negara itu sendiri, sering kali di wilayah laut terbuka.
(mas)
Lihat Juga :