Profil Jonathan Malaya, Wakil Direktur Keamanan Filipina yang Usir Kapal Monster China dari Pulau Sandy Ca

Kamis, 01 Mei 2025 - 04:40 WIB
loading...
Profil Jonathan Malaya,...
Jonathan Malaya dikenal sebagai pejabat Filipina yang berani melawan China. Foto/Rappler
A A A
MANILA - Filipina mengecam laporan media pemerintah China yang "tidak bertanggung jawab" yang mengklaim terumbu karang yang disengketakan di Laut Cina Selatan berada di bawah kendali Beijing, dengan mengatakan "status quo" tidak berubah.

Terumbu Karang Tiexian, juga dikenal sebagai Terumbu Karang Sandy Cay, terletak di dekat Pulau Thitu, atau Pagasa, tempat Filipina menempatkan pasukan dan memelihara pangkalan pemantauan penjaga pantai.

Stasiun pemerintah China CCTV pada hari Sabtu mengatakan bahwa Penjaga Pantai China telah "menerapkan kendali maritim" atas Terumbu Karang Tiexian pada pertengahan bulan ini.

Profil Jonathan Malaya, Wakil Direktur Keamanan Filipina yang Usir Kapal Monster China dari Pulau Sandy Ca

1. Berani Mengusir Kapal Monster China

Filipina dan China telah terlibat dalam konfrontasi selama berbulan-bulan atas Laut Cina Selatan, yang diklaim Beijing hampir seluruhnya, meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa pernyataannya tidak memiliki dasar hukum.

“Tidak ada kebenaran sama sekali dalam klaim Penjaga Pantai China bahwa [terumbu karang] telah disita,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Filipina Jonathan Malaya, dilansir Taipei Times.

“Adalah kepentingan Republik Rakyat China untuk menggunakan ruang informasi untuk mengintimidasi dan melecehkan,” katanya, menyebut laporan itu sebagai cerita “yang dibuat-buat” yang “tidak bertanggung jawab” untuk disebarluaskan.

Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India

2. Berani Melawan China

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Filipina Jonathan Malaya mengatakan laporan berita tentang Cina yang merebut Sandy Cay adalah salah karena tim Filipina telah mengunjungi gundukan pasir tersebut pada hari Minggu dan tidak menemukan seorang pun di sana.

"Fakta di lapangan memungkiri pernyataan mereka," kata Malaya, dilansir Bangkok Post.

"Kami di sini untuk membantahnya dan meyakinkan publik bahwa kami tidak kehilangan Pagasa Cays," kata Malaya menggunakan nama Filipina untuk gundukan pasir tersebut, menyebut laporan tersebut "tidak bertanggung jawab".

Hubungan antara China dan sekutu AS, Filipina, sangat tegang di tengah pertikaian sengit atas wilayah Laut China Selatan yang disengketakan, tempat Beijing mengerahkan armada penjaga pantai untuk memperkuat klaim kedaulatannya atas hampir seluruh jalur perairan tersebut.

Filipina merasa kesal dengan perilaku dan keberadaan permanen penjaga pantai China di zona ekonomi eksklusifnya dan apa yang dianggapnya sebagai milisi kapal penangkap ikan di bawah kendalinya.

3. Meminta China Menarik Kapal Monster dari Laut China Selatan

Filipina mengatakan bahwa pengerahan kapal penjaga pantai terbesarnya oleh China di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Manila adalah "ilegal."

"Keberadaan kapal monster di perairan kami adalah ilegal dan tidak konsisten dengan pelaksanaan kebebasan navigasi dan lintas damai," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Jonathan Malaya.

Pernyataannya muncul setelah China mengerahkan kapal penjaga pantai terbesarnya di perairan lepas pantai provinsi Zambales.

"Ini jelas merupakan tindakan provokatif. Ini juga merupakan upaya yang jelas untuk mengintimidasi nelayan kami dan merampas mata pencaharian mereka yang sah," kata Malaya.

Dia juga meminta China untuk menarik "kapal monster" dari perairan teritorial Filipina dan menambahkan bahwa Filipina mengeluarkan protes diplomatik dan akan menggunakan semua saluran untuk mengatasi hal ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
Kapal Selam Nuklir China...
Kapal Selam Nuklir China yang Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved