Kenapa Alaska Dijual Rusia ke Amerika Serikat?

Rabu, 30 April 2025 - 09:32 WIB
loading...
Kenapa Alaska Dijual...
Alaska dulu milik Rusia tapi dijual ke AS. Foto/explorefairbanks.com
A A A
MOSKOW - Penjualan Alaska oleh Kekaisaran Rusia kepada Amerika Serikat pada tahun 1867 merupakan salah satu peristiwa geopolitik paling signifikan dalam sejarah modern.

Keputusan ini dipengaruhi berbagai faktor strategis, ekonomi, dan politik yang kompleks. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai alasan di balik penjualan tersebut.

Rusia mulai menjelajahi dan mengklaim wilayah Alaska pada abad ke-18. Melalui aktivitas perdagangan bulu dan eksplorasi, Rusia mendirikan permukiman dan pos perdagangan di wilayah tersebut.

Namun, populasi Rusia di Alaska tetap kecil, dan pengelolaan wilayah ini dilakukan terutama oleh Perusahaan Rusia-Amerika (Russian-American Company).

Alasan Penjualan Alaska

1. Kesulitan Ekonomi Pasca-Perang Krimea


Setelah kekalahan dalam Perang Krimea (1853–1856), Rusia menghadapi tekanan ekonomi yang signifikan.

Biaya perang yang tinggi dan kebutuhan untuk membangun kembali infrastruktur membuat pemerintah Rusia mencari cara untuk mengurangi beban keuangan.

Menjual Alaska dianggap sebagai solusi untuk mendapatkan dana tambahan.

2. Kesulitan dalam Mempertahankan Wilayah


Alaska terletak jauh dari pusat kekuasaan Rusia dan sulit untuk dipertahankan, terutama jika terjadi konflik dengan kekuatan lain seperti Inggris.

Rusia menyadari dalam situasi perang di masa depan, mempertahankan Alaska akan menjadi tantangan besar.

3. Penurunan Nilai Ekonomi Alaska


Industri perdagangan bulu, yang menjadi tulang punggung ekonomi Alaska, mengalami penurunan karena overeksploitasi dan perubahan mode di Eropa.

Hal ini mengurangi nilai ekonomi wilayah tersebut bagi Rusia.

4. Mencegah Ekspansi Inggris


Rusia khawatir Inggris, yang memiliki koloni di Kanada, mungkin akan mencoba mengambil alih Alaska.

Dengan menjual Alaska kepada Amerika Serikat, Rusia berharap dapat mencegah ekspansi Inggris dan memperkuat hubungan dengan AS.

Proses Negosiasi dan Penjualan


Negosiasi antara Rusia dan Amerika Serikat dimulai pada tahun 1859, tetapi tertunda karena Perang Saudara di AS.

Setelah perang berakhir, negosiasi dilanjutkan, dan pada 30 Maret 1867, perjanjian penjualan ditandatangani. Amerika Serikat setuju untuk membeli Alaska seharga USD7,2 juta.

Reaksi dan Dampak Penjualan

1. Reaksi di Amerika Serikat


Pembelian Alaska awalnya mendapat kritik di AS dan dijuluki "Seward's Folly" (Kebodohan Seward) karena dianggap sebagai pemborosan.

Namun, setelah ditemukan sumber daya alam yang melimpah di Alaska, pandangan ini berubah.

2. Dampak Ekonomi


Penjualan Alaska memberikan dana tambahan bagi Rusia, meskipun sebagian dari dana tersebut hilang dalam perjalanan ke Rusia.

3. Perubahan Geopolitik


Dengan penjualan Alaska, Rusia mengakhiri kehadirannya di Amerika Utara, sementara Amerika Serikat memperluas wilayahnya dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan di Pasifik.

Penjualan Alaska oleh Rusia kepada Amerika Serikat didorong kombinasi faktor ekonomi, strategis, dan politik.

Keputusan ini mencerminkan realitas geopolitik saat itu dan memiliki dampak jangka panjang terhadap kedua negara.

Baca juga: Amnesty Tegaskan Israel Lakukan Genosida yang Disiarkan Langsung di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved