Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata 5 Tahun dengan Hamas

Rabu, 30 April 2025 - 08:40 WIB
loading...
Israel Tolak Usulan...
Warga Gaza berjalan di antara puing gedung yang dihancurkan Israel. Foto/irna
A A A
TEL AVIV - Israel menolak usulan gencatan senjata lima tahun dengan Hamas, dengan mengklaim gencatan senjata jangka panjang akan memungkinkan kelompok Palestina itu mempersenjatai kembali.

Penolakan itu diungkap dalam beberapa laporan media yang mengutip pejabat Israel.

Mesir dan Qatar telah mencoba memediasi gencatan senjata di Gaza. Israel melanggar gencatan senjata dua bulan sebelumnya pada bulan Maret dengan meluncurkan serangkaian serangan baru di daerah kantong itu.

Usulan kesepakatan baru itu dilaporkan mencakup pembebasan semua sandera Israel yang tersisa yang ditahan di Gaza dengan imbalan penghentian permusuhan jangka panjang.

Hamas dikatakan telah menolak meletakkan senjata selama pendudukan Israel berlanjut.

"Tidak ada peluang bagi kami untuk menyetujui hudna dengan Hamas yang hanya memungkinkannya mempersenjatai kembali, memulihkan diri, dan melanjutkan perangnya melawan Israel," ujar pejabat itu, seperti dikutip oleh The Times of Israel.

"Hudna" adalah istilah Arab yang menunjukkan periode panjang antara gencatan senjata dan perjanjian damai, demikian menurut kantor berita tersebut.

Israel telah menyatakan tujuan utamanya adalah pelucutan senjata total dan pemusnahan Hamas.

Piagam pendirian Hamas menyerukan penghancuran Israel, tetapi gerakan tersebut telah mengisyaratkan mereka mungkin menyetujui gencatan senjata jangka panjang sebagai imbalan atas diakhirinya pendudukan, demikian menurut Reuters.

Awal bulan ini, kelompok Palestina tersebut juga mengatakan mereka menginginkan kesepakatan damai yang komprehensif dan tidak akan menerima perjanjian "sebagian".

Menanggapi laporan penolakan Israel untuk menerima gencatan senjata jangka panjang, kelompok yang mewakili keluarga para sandera menyatakan "sekali lagi 'sumber politik senior' membuktikan pemerintah Israel tidak memiliki rencana" membebaskan mereka yang masih ditawan di Gaza.

Otoritas Israel telah melaporkan dari 59 sandera yang terdaftar sebagai yang masih berada di daerah kantong tersebut, hanya 24 yang diperkirakan selamat.

Puluhan orang lainnya sebelumnya dibebaskan melalui perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan terpisah.

Pasukan Israel telah menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza dalam serangan baru menyusul gagalnya gencatan senjata dan terhentinya negosiasi penyanderaan pada bulan Maret.

IDF telah melanjutkan serangan udara di daerah kantong itu untuk meningkatkan tekanan pada Hamas agar membebaskan tawanan yang tersisa.

Israel telah membunuh lebih dari 52.300 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Situasi kemanusiaan telah memburuk tajam sejak Maret karena blokade yang diberlakukan Israel, yang menyebabkan kekurangan makanan, pasokan medis, dan sumber daya penting lainnya.

Baca juga: Amnesty Tegaskan Israel Lakukan Genosida yang Disiarkan Langsung di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved