Meski Digaji Rp37 Juta, Tentara Israel Mengaku Dieksploitasi dan Risikonya Sangat Berat

Senin, 28 April 2025 - 21:50 WIB
loading...
Meski Digaji Rp37 Juta,...
Tentara Israel mengakui dieksploitasi meski digaji besar. Foto/X
A A A
GAZA - Tentara pendudukan Israel bergulat dengan krisis moral, yang telah digambarkan sebagai "bom waktu". Padahal, setiap bulan mereka mendapatkan gaji mencapai Rp37 juta per bulan.

Itu menyusul keputusan untuk memperpanjang wajib militer selama empat bulan. Ini terjadi di tengah operasi yang sedang berlangsung di Gaza dan meningkatnya ketegangan dengan Lebanon.

Menurut laporan media, perintah tersebut telah memicu ketidakpuasan yang meluas di kalangan prajurit yang telah terlibat dalam pertempuran selama lebih dari satu setengah tahun. Banyak yang mengungkapkan perasaan kelelahan, eksploitasi, dan hilangnya kepercayaan pada negara dan kepemimpinan militer.

"Moral berada di titik terendah... para pejuang mencoba melarikan diri dari posisi tempur untuk peran lain," kata seorang perwira.

Para prajurit melaporkan bahwa mereka terkejut ketika diberi tahu tentang perpanjangan masa tugas mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Sersan Mayor Rishon A. dari Brigade Nahal, yang dijadwalkan akan diberhentikan minggu lalu, mengatakan bahwa ia diberitahu sehari sebelum ia diberhentikan tentang perpanjangan masa tugas tambahan selama empat bulan. Ia menambahkan: "Negara mengeksploitasi kami tanpa ampun... Saya merasa kehidupan pribadi saya tidak berarti apa-apa bagi mereka."

Rishon mencatat bahwa gaji baru sebesar USD2.205 atau setara Rp37 juta tidak mengimbangi rasa frustrasi: "Saya bisa mendapatkan jumlah ini sebagai pelayan, tetapi saya lebih suka bangun setiap pagi dengan cuma-cuma, bukan wajib militer dengan paksa."

Prajurit lain menyoroti kekurangan pasukan tempur yang parah di dalam angkatan darat, yang menyebabkan mereka melakukan tugas-tugas non-tempur seperti bekerja di dapur, yang mereka lihat sebagai bukti ketidakmampuan militer untuk melaksanakan tugas-tugas intinya.

Baca Juga: Akibat Ulah Trump, Rakyat AS Kini Bergantung pada Paylater untuk Belanja Sembako

Sersan S., seorang veteran selama 14 bulan di unit lapis baja, mengungkapkan perasaan frustrasinya, dengan menyatakan: "Jika saya pergi, siapa yang akan menggantikan saya? Tidak seorang pun. Kami terjebak."

Selain itu, prajurit menyatakan ketidakpuasan dengan pengecualian penuh yang terus berlanjut bagi Haredim (Yahudi ultra-Ortodoks) dari dinas militer, menganggapnya sebagai "ketidakadilan yang serius", yang telah meningkatkan perasaan diskriminasi dan mengikis kepercayaan terhadap negara.

Perwira senior mengonfirmasi bahwa keputusan untuk memperpanjang dinas telah menyebabkan kerugian yang signifikan terhadap semangat tempur dan kemauan angkatan darat untuk terus bertugas, khususnya di unit-unit tempur.

Seorang perwira menjelaskan bahwa arahan tersebut diterapkan secara tidak adil di seluruh unit, yang menyebabkan frustrasi yang mendalam di antara para prajurit.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved