Dengan Tulus, Putin Ucapkan Terima Kasih kepada Tentara Korea Utara yang Membantu Merebut Kursk

Selasa, 29 April 2025 - 00:30 WIB
loading...
Dengan Tulus, Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan terima kasih kepada tentara Korea Utara yang membantu merebut Kursk. Foto/X
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin menegaskan kembali rasa terima kasih negaranya atas dukungan Korea Utara kepada Moskow dalam merebut kembali wilayah perbatasannya di Kursk, tempat Ukraina melancarkan serangan pada bulan Agustus tahun lalu.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh Kremlin, Putin mengatakan bahwa unit-unit tentara Korea Utara memainkan peran aktif dalam mendorong pasukan Ukraina keluar dari wilayah perbatasan "dengan mematuhi sepenuhnya hukum internasional" dan kesepakatan kemitraan strategis yang ditandatangani antara Moskow dan Pyongyang pada November 2024.

"Teman-teman Korea bertindak berdasarkan rasa solidaritas, keadilan, dan persahabatan sejati. Kami sangat menghargai ini dan secara pribadi berterima kasih kepada Presiden Urusan Negara Kamerad Kim Jong-un, seluruh pimpinan dan rakyat DPRK," kata Putin lebih lanjut.

Putin mencatat bahwa Rusia memberikan penghormatan kepada "kepahlawanan, pelatihan khusus tingkat tinggi, dan dedikasi" para prajurit Korea Utara yang, katanya, "memenuhi tugas mereka dengan kehormatan dan keberanian, menutupi diri mereka dengan kemuliaan yang tak pernah pudar."

"Kami yakin bahwa hubungan persahabatan, bertetangga baik, dan kerja sama antara negara kita, yang ditempa di medan perang, akan terus berkembang dengan sukses dan dinamis di semua bidang," tambahnya.

Baca Juga: Kim Jong-un Janji Bangun Monumen bagi Tentaranya yang Gugur di Perang Rusia

Pada hari Sabtu, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov menyatakan bahwa Rusia telah mengambil alih kembali kendali wilayah perbatasan Kursk, sekaligus berterima kasih kepada tentara Korea Utara yang berpartisipasi dalam aksi militer di wilayah tersebut dalam konfirmasi resmi pertama keterlibatan Pyongyang dalam perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada bulan Februari 2022.

Staf Umum Ukraina mengatakan pernyataan Gerasimov "tidak sesuai dengan kenyataan," dengan mengklaim operasi pertahanan Kyiv di wilayah tersebut masih berlangsung, tetapi situasi operasional di wilayah tersebut "sulit."

Sementara itu, Kremlin mengatakan pada hari Senin bahwa Rusia dapat memberikan bantuan militer kepada Korea Utara berdasarkan kesepakatan kemitraan strategis yang ditandatangani antara kedua negara akhir tahun lalu.

“Kami memiliki perjanjian kami sendiri yang berlaku, dan, menurut perjanjian ini, para pihak, pada kenyataannya, telah berjanji untuk memberikan bantuan yang signifikan satu sama lain jika diperlukan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, dilansir RT.

Peskov mengatakan partisipasi tentara Korea Utara dalam upaya Rusia untuk merebut kembali kendali atas wilayah perbatasan Kursk menunjukkan efektivitas perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani antara kedua negara pada bulan November tahun lalu.

Juru bicara Kremlin menambahkan bahwa Rusia mengharapkan sinyal dari Ukraina mengenai dimulainya kembali perundingan langsung tetapi belum melihat adanya tindakan apa pun terkait hal ini.

Ia kemudian membantah adanya perundingan baru antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump, tetapi mengatakan bahwa perundingan tersebut dapat segera disetujui jika diperlukan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved