Citra Satelit Ungkap Kemajuan Mencengangkan Proyek NEOM Mohammed bin Salman Senilai Rp8.418 Triliun

Senin, 28 April 2025 - 09:22 WIB
loading...
Citra Satelit Ungkap...
Citra satelit mengungkap kemajuan besar proyek NEOM senilai lebih dari Rp8.418 triliun yang digagas Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto/Google Earth via Newsweek
A A A
RIYADH - Citra satelit telah menunjukkan kemajuan mencengangkan dari proyek futuristik NEOM yang digagas Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Proyek senilai USD500 miliar (lebih dari Rp8.418 triliun) ini menandai langkah besar dalam mewujudkan ambisi "Vision 2030" yang diusung putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu.

Citra satelit Google Earth menunjukkan perubahan drastis di kawasan NEOM: dari bentang alam kosong pada 2018 menjadi kompleks pembangunan besar pada 2024-2025.

Baca Juga: Tak Ada Kendala pada Aktivitas NEOM setelah CEO Proyek Besar itu Hengkang

Di luar pusat utamanya, The Line, sejumlah zona pendukung seperti perumahan karyawan, fasilitas olahraga, sekolah, dan kantor kini telah berdiri kokoh sekitar 35–40 kilometer dari lokasi utama.

Meski sebelumnya banyak kritik mempertanyakan apakah proyek sangat mahal ini benar-benar berjalan atau sekadar ilusi visual, kini bukti fisiknya sulit untuk disangkal.

Transformasi ini juga menjadi bukti kesiapan Arab Saudi dalam menyambut ajang global seperti Asian Winter Games 2029 dan Piala Dunia FIFA 2034.

Tak hanya itu, area sekitar Oxagon—pusat industri masa depan NEOM—juga menunjukkan perkembangan signifikan.

Blok-blok perumahan terorganisasi, panel surya, dan infrastruktur pendukung memperlihatkan kesiapan logistik skala besar untuk menopang pembangunan proyek ambisius ini.

Pekan lalu, Giles Pendleton, Chief Operating Officer The Line, turut merilis foto-foto terbaru dari lokasi, memperlihatkan bentuk awal kota linear selebar 200 meter yang mulai muncul di gurun Tabuk. Ini menjadi salah satu konfirmasi visual paling jelas bahwa The Line bukan lagi sekadar konsep.

Namun, di balik gemerlap kemajuan proyek NEOM, kritik tetap mengemuka, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Senin (28/4/2025).

NEOM menghadapi sorotan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terutama terkait penggusuran suku Huwaitat, serta kekhawatiran tentang dampak ekologis proyek. Para pakar juga masih skeptis terhadap kelayakan teknis dan skala besar rencana pembangunan cermin raksasa The Line.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak berkomentar atas citra satelit yang mengungkap kemajuan mencengangkan proyek NEOM, juga soal kritik terhadap proyek mahal tersebut.

Ke depan, NEOM berencana terus memperbarui informasi konstruksi sepanjang 2025, seiring ambisi Arab Saudi menjadikan proyek ini sebagai simbol era baru ekonomi non-migas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
FBI Tuding Korea Utara...
FBI Tuding Korea Utara Retas Kripto Senilai Rp25 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved