Jenderal Tertinggi Rusia Puji Kepahlawanan Militer Korut setelah Rebut Kembali Kursk dari Ukraina

Minggu, 27 April 2025 - 05:56 WIB
loading...
Jenderal Tertinggi Rusia...
Panglima Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov memberi pengarahan kepada Presiden Vladimir Putin tentang direbutnya kembali Wilayah Kursk dari pasukan Ukraina. Foto/Kremlin.ru
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pasukannya telah berhasil merebut kembali Wilayah Kursk sepenuhnya dari pasukan Ukraina. Panglima Militer Jenderal Valery Gerasimov memuji kepahlawanan militer Korea Utara (Korut) atas keberhasilan tersebut.

Pengumuman Putin disampaikan pada Sabtu setelah diberi pengarahan tentang situasi medan perang oleh Jenderal Gerasimov.

Pemimpin Kremlin itu berterima kasih kepada anggota angkatan bersenjata Rusia yang mengambil bagian dalam mengalahkan apa yang dia sebut kelompok "neo-Nazi" yang menginvasi wilayah Kursk musim panas lalu.

Baca Juga: Putin Klaim Rusia Rebut Kembali Kursk dari Tentara Ukraina

"Petualangan rezim Kyiv telah sepenuhnya gagal, dan kerugian besar yang diderita oleh musuh, termasuk di antara yang paling siap tempur, terlatih dan diperlengkapi, termasuk oleh model peralatan Barat...tentu akan tercermin di sepanjang seluruh garis kontak tempur," katanya.

Sementara itu, Kepala Staf Umum Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov mengakui kontribusi tentara Korut dalam membantu membebaskan Wilayah Kursk dari pasukan Ukraina.

“Militer DPRK, yang bertindak bahu-membahu dengan militer Rusia di Wilayah Kursk, menunjukkan ketahanan dan kepahlawanan,” puji jenderal tertinggi Rusia tersebut, seperti dikutip dari RT, Minggu (27/4/2025).

DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korut, yakni Democratic People's Republic of Korea (Republik Rakyat Demokratik Korea).

Menurut Gerasimov, pasukan Ukraina menderita lebih dari 76.000 korban, termasuk yang tewas dan terluka, selama penyerbuan mereka ke Wilayah Kursk, yang dilancarkan pada bulan Agustus tahun lalu.

Pasukan Rusia saat ini tengah melakukan operasi untuk menemukan pasukan Ukraina yang bersembunyi di wilayah yang telah dibebaskan, imbuh Panglima Militer Rusia tersebut.

Pasukan Moskow juga tengah berupaya membangun zona keamanan di Wilayah Sumy, Ukraina, tempat mereka menguasai empat permukiman dan wilayah seluas lebih dari 90 kilometer persegi.

Gerasimov menambahkan, pasukan Korut turut serta dalam pembebasan Wilayah Kursk Rusia berdasarkan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Moskow dan Pyongyang, yang mulai berlaku Desember lalu.

Perjanjian tersebut mengatur bantuan militer timbal balik jika terjadi serangan, dengan menjanjikan dukungan segera "dengan segala cara yang tersedia" berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Pelaksanaan perjanjian tersebut menyusul klaim Amerika Serikat dan pendukung Kyiv lainnya bahwa Pyongyang telah mengirim sekitar 12.000 tentara ke Rusia untuk pelatihan dan kemungkinan penempatan dalam perang Ukraina. Saat itu, Moskow dan Pyongyang tidak membenarkan atau membantah laporan tersebut.

Mengomentari pujian Gerasimov atas keterlibatan pasukan Korut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menulis di Telegram bahwa Rusia "tidak akan pernah melupakan teman-teman kami."

Ukraina belum berkomentar atas pengumuman Putin perihal direbutnya kembali Wilayah Kursk Rusia yang sebelumnya dikuasai pasukan Kyiv.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved