Jenderal Tertinggi Rusia Puji Kepahlawanan Militer Korut setelah Rebut Kembali Kursk dari Ukraina
Minggu, 27 April 2025 - 05:56 WIB
loading...
A
A
A
“Militer DPRK, yang bertindak bahu-membahu dengan militer Rusia di Wilayah Kursk, menunjukkan ketahanan dan kepahlawanan,” puji jenderal tertinggi Rusia tersebut, seperti dikutip dari RT, Minggu (27/4/2025).
DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korut, yakni Democratic People's Republic of Korea (Republik Rakyat Demokratik Korea).
Menurut Gerasimov, pasukan Ukraina menderita lebih dari 76.000 korban, termasuk yang tewas dan terluka, selama penyerbuan mereka ke Wilayah Kursk, yang dilancarkan pada bulan Agustus tahun lalu.
Pasukan Rusia saat ini tengah melakukan operasi untuk menemukan pasukan Ukraina yang bersembunyi di wilayah yang telah dibebaskan, imbuh Panglima Militer Rusia tersebut.
Pasukan Moskow juga tengah berupaya membangun zona keamanan di Wilayah Sumy, Ukraina, tempat mereka menguasai empat permukiman dan wilayah seluas lebih dari 90 kilometer persegi.
Gerasimov menambahkan, pasukan Korut turut serta dalam pembebasan Wilayah Kursk Rusia berdasarkan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Moskow dan Pyongyang, yang mulai berlaku Desember lalu.
DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korut, yakni Democratic People's Republic of Korea (Republik Rakyat Demokratik Korea).
Menurut Gerasimov, pasukan Ukraina menderita lebih dari 76.000 korban, termasuk yang tewas dan terluka, selama penyerbuan mereka ke Wilayah Kursk, yang dilancarkan pada bulan Agustus tahun lalu.
Pasukan Rusia saat ini tengah melakukan operasi untuk menemukan pasukan Ukraina yang bersembunyi di wilayah yang telah dibebaskan, imbuh Panglima Militer Rusia tersebut.
Pasukan Moskow juga tengah berupaya membangun zona keamanan di Wilayah Sumy, Ukraina, tempat mereka menguasai empat permukiman dan wilayah seluas lebih dari 90 kilometer persegi.
Gerasimov menambahkan, pasukan Korut turut serta dalam pembebasan Wilayah Kursk Rusia berdasarkan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Moskow dan Pyongyang, yang mulai berlaku Desember lalu.
Lihat Juga :