Dunia Tak Baik-baik Saja, Diplomasi Spontan Menggema pada Pemakaman Paus Fransiskus

Sabtu, 26 April 2025 - 15:35 WIB
loading...
A A A
Para pemimpin muncul di hadapan ribuan pelayat. Pada pemakaman yang sama tahun 2005, George Bush dicemooh oleh kerumunan saat wajahnya ditampilkan di monitor, yang tampaknya merupakan penilaian atas perang presiden AS di Irak.

Mantan Perdana Menteri Harold Wilson dianggap sebagai orang yang menciptakan frasa "pemakaman yang berjalan dengan baik" sehubungan dengan upacara yang menandai kematian Winston Churchill tahun 1965.

Geoff Berridge, Profesor Emeritus Hubungan Internasional di Universitas Leicester, mengatakan pemakaman yang berjalan sangat berharga.

"Mereka memberi para kepala negara dan pemerintahan alasan yang bagus untuk mengubah jadwal yang ada untuk diskusi mendesak tentang masalah saat ini tanpa membangkitkan harapan publik," tulisnya dalam bukunya, Diplomacy: Theory and Practice.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa pemakaman seperti itu menyusul kematian mendiang Ratu, mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe, dan Ebrahim Raisi, presiden Iran.

Namun, "pemakaman sambil bekerja" juga menjadi bahan sindiran. Jim Hacker, PM yang namanya sama dalam komedi Yes, Prime Minister di BBC, mengatakan bahwa pemakaman sambil bekerja adalah kesempatan yang "dikirimkan dari surga".

"Kesedihan yang bermartabat diterima dengan sangat baik oleh para pemilih, terutama jika dibagikan oleh para negarawan dunia," katanya kepada para pembantunya.

Pemakaman sambil bekerja "jauh lebih baik daripada pertemuan puncak karena tidak ada ekspektasi. Orang-orang tidak mengharapkan para pemimpin mereka kembali dari pemakaman dengan perjanjian larangan uji coba atau pengurangan kuotasi pertanian. Jadi, kita benar-benar dapat melakukan beberapa diskusi yang bermakna. Pertemuan puncak hanyalah sirkus hubungan masyarakat."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Presiden Xi Jinping:...
Presiden Xi Jinping: Beijing dan Moskow Harus Saling Membantu
Kemitraan Indonesia...
Kemitraan Indonesia dan Korsel Makin Strategis, Kemlu RI Soroti Peran Middle Power di Indo-Pasifik
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved