Mimpi WNI Aditya Harsono di AS Hancur: Ditangkap karena Coret Trailer, Terancam Dideportasi
Jum'at, 25 April 2025 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Ironisnya, penangkapan itu terjadi saat Aditya telah menikah dengan warga negara AS, Peyton Harsono, dan tengah mengajukan permohonan kartu hijau (green card).
Pasangan itu juga baru saja dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Adalet.
“Semuanya hancur dalam sekejap,” kata Aditya dalam wawancara dari balik penjara Kandiyohi County.
Peyton, yang kini harus merawat bayi mereka sendirian, kehilangan asuransi kesehatan dan penghasilan suaminya.
Dalam kampanye penggalangan dana yang dia buat, Peyton menyebut perpisahan ini sebagai “trauma yang tak tertahankan.”
Adalet, bayi mereka, kini sudah mulai belajar duduk dan berjalan dengan baby walker—semua itu berlangsung tanpa kehadiran sang ayah, yang hanya bisa menyapa lewat panggilan dari penjara.
“Dia bilang ‘dada’ pertama kalinya saat menelepon Aditya. Itu sangat menyayat hati,” ujar Peyton.
Seorang hakim imigrasi sempat mengabulkan permohonan agar Aditya dibebaskan dengan jaminan. Namun, pemerintah AS mengajukan banding dan tetap menahannya.
Selain kasus grafiti, pemerintah juga mengungkit penangkapan Aditya saat ikut demonstrasi damai menentang kekerasan polisi di tahun 2021—kasus yang sebenarnya sudah dibatalkan oleh jaksa.
Pasangan itu juga baru saja dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Adalet.
“Semuanya hancur dalam sekejap,” kata Aditya dalam wawancara dari balik penjara Kandiyohi County.
Istri dan Bayi Terpisah, Hidup Semakin Sulit
Peyton, yang kini harus merawat bayi mereka sendirian, kehilangan asuransi kesehatan dan penghasilan suaminya.
Dalam kampanye penggalangan dana yang dia buat, Peyton menyebut perpisahan ini sebagai “trauma yang tak tertahankan.”
Adalet, bayi mereka, kini sudah mulai belajar duduk dan berjalan dengan baby walker—semua itu berlangsung tanpa kehadiran sang ayah, yang hanya bisa menyapa lewat panggilan dari penjara.
“Dia bilang ‘dada’ pertama kalinya saat menelepon Aditya. Itu sangat menyayat hati,” ujar Peyton.
Korban Kebijakan Imigrasi Ketat Trump
Seorang hakim imigrasi sempat mengabulkan permohonan agar Aditya dibebaskan dengan jaminan. Namun, pemerintah AS mengajukan banding dan tetap menahannya.
Selain kasus grafiti, pemerintah juga mengungkit penangkapan Aditya saat ikut demonstrasi damai menentang kekerasan polisi di tahun 2021—kasus yang sebenarnya sudah dibatalkan oleh jaksa.
Lihat Juga :