Para Kardinal Bertemu Tetapkan Tanggal Pemakaman Paus Fransiskus dan Bahas Pemilihan Paus Baru

Selasa, 22 April 2025 - 13:27 WIB
loading...
Para Kardinal Bertemu...
Para kardinal bertemu untuk menetapkan tanggal pemakaman Paus Fransiskus dan membahas pemilihan paus yang baru. Foto/Vatican News
A A A
VATIKAN - Para kardinal akan bertemu hari ini (22/4/2025) untuk menetapkan tanggal pemakaman Paus Fransiskus. Pertemuan ini juga untuk memulai proses pemilihan pemimpin baru Katolik yang akan berlangsung dalam tiga minggu.

Paus Fransiskus, pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia, meninggal di kediamannya di Vatikan kemarin pada usia 88 tahun setelah menderita stroke.

Dia baru saja pulih dari pneumonia ganda yang membuatnya dirawat di rumah sakit selama lima minggu.

Ucapan belasungkawa mengalir dari seluruh dunia untuk Paus Fransiskus, seorang reformis liberal yang mengambil alih jabatan sebagai pemimpin Vatikan setelah pengunduran diri teolog Jerman; Paus Benediktus XVI, pada tahun 2013.

Baca Juga: Siapakah Kardinal Kevin Farrell? Pemimpin Sementara Vatikan usai Paus Fransiskus Meninggal

Negara asal Paus Fransiskus, Argentina, bersiap untuk berkabung nasional selama seminggu sementara India memulai masa berkabung kenegaraan selama tiga hari pada hari Selasa, sebuah kehormatan langka bagi seorang pemimpin agama asing di negara dengan penduduk terpadat di dunia.

Para kepala negara dan keluarga kerajaan diperkirakan akan menghadiri pemakaman Paus Fransiskus, yang akan diadakan di Basilika Santo Petrus, dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai orang pertama yang mengumumkan bahwa dia akan hadir.

"Dia orang baik, dia bekerja keras dan mencintai dunia," kata Trump, meskipun Paus Fransiskus mengkritik program deportasi migrannya.

Upacara pemakaman akan dilaksanakan antara hari keempat dan keenam setelah kematian Paus Fransiskus, menurut Konstitusi Apostolik—jadi antara Jumat dan Minggu pekan ini.

Namun, rinciannya akan diputuskan oleh para kardinal, yang telah dipanggil untuk mengikuti "kongregasi umum" pertama dari serangkaian "kongregasi umum" yang dimulai pukul 09.00 pagi waktu Vatikan.

Para kardinal dari segala usia diundang ke kongregasi, meskipun hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun yang memenuhi syarat untuk memilih Paus baru dalam konklaf.

Konklaf harus dimulai tidak kurang dari 15 dan tidak lebih dari 20 hari setelah kematian Paus.

Makam Sederhana


Jenazah Paus Fransiskus dipindahkan ke kapel Santa Marta kemarin, dan kediamannya secara resmi disegel, kata Vatikan.

Jenazahnya akan dibawa ke Basilika Santo Petrus mulai Rabu untuk disemayamkan.

Paus Fransiskus, yang mengenakan jubah polos dan menghindari kemewahan para pendahulunya, telah memilih makam yang sederhana, tanpa hiasan kecuali namanya dalam bahasa Latin: Franciscus, menurut surat wasiatnya yang dirilis kemarin.

Dia akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, menjadi paus pertama dalam lebih dari 100 tahun yang dimakamkan di luar Vatikan.

Surat kematiannya yang dirilis oleh Vatikan mengatakan Paus Fransiskus meninggal karena stroke, yang menyebabkan koma dan gagal jantung yang "tidak dapat disembuhkan".

Dia telah dipulangkan dari rumah sakit Gemelli di Roma pada tanggal 23 Maret, diperintahkan untuk beristirahat setidaknya selama dua bulan.

Namun Paus Fransiskus senang berada di antara umatnya dan tampil di depan publik beberapa hari ini.

Dia tampak kelelahan pada hari Minggu selama perayaan Paskah, tetapi tetap menyapa orang banyak dengan mobil pausnya di Lapangan Santo Petrus.

Pesepak bola Argentina yang hebat, Lionel Messi memuji tokoh senegaranya—yang juga penggemar berat permainannya yang indah itu—karena "membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik".

Mata Tuhan


Kemarin malam, ribuan umat Katolik, beberapa membawa bunga atau lilin, berbondong-bondong ke Lapangan Santo Petrus saat matahari terbenam untuk berdoa untuk Paus Fransiskus.

"Dia berusaha membuat orang-orang mengerti bahwa orientasi seksual, ras, dan agama Anda tidak penting di mata Tuhan," kata Mateo Rey (22), seorang mahasiswa Meksiko, kepada AFP.

"Saya pikir itulah yang paling mendekati apa yang Yesus maksudkan."

Terlahir dengan nama Jorge Bergoglio, Fransiskus adalah paus pertama dari Amerika dan Jesuit pertama yang memimpin Gereja Katolik di seluruh dunia.

Sebagai seorang reformis yang energik, dia berusaha membuka Gereja bagi semua orang dan sangat populer—tetapi pandangannya juga memicu pertentangan internal yang sengit.

Selama 12 tahun menjadi paus, Fransiskus tanpa lelah mengadvokasi pembelaan terhadap migran, lingkungan, dan keadilan sosial tanpa mempertanyakan posisi Gereja tentang aborsi atau selibat imamat.

Seorang penentang keras perdagangan senjata, mantan uskup agung Buenos Aires itu berulang kali menyerukan perdamaian dalam konflik dari Sudan hingga Gaza dan Ukraina—meskipun permohonannya sebagian besar tidak digubris.

Berterus terang dan keras kepala, Paus Fransiskus juga berupaya mereformasi tata kelola Takhta Suci dan memperluas peran perempuan dan kaum awam, serta membersihkan keuangan Vatikan yang kacau.

Menghadapi pengungkapan pelecehan seksual anak yang meluas di Gereja, dia mencabut kerahasiaan kepausan dan memaksa para religius dan kaum awam untuk melaporkan kasus-kasus tersebut kepada atasan mereka.

Namun, kelompok korban mengatakan dia tidak melangkah cukup jauh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Ribuan Orang Berkumpul...
Ribuan Orang Berkumpul di Libya untuk Pemakaman Saif al-Islam Gaddafi
Aturan Baru China Wajibkan...
Aturan Baru China Wajibkan Uskup dan Pastor Serahkan Paspor
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved