Pemukim Israel Culik 2 Anak Palestina, Mengikat Mereka di Pohon hingga Pingsan

Senin, 21 April 2025 - 18:59 WIB
loading...
Pemukim Israel Culik...
Anak-anak Palestina menjadi target serangan pemukim Israel. Foto/anadolu
A A A
TEPI BARAT - Pemukim Israel menculik dua anak Palestina pada hari Sabtu (19/4/2025) dan mengikat mereka ke pohon di dekat kota Nablus di Tepi Barat utara yang diduduki.

Insiden itu terjadi pada sore hari, ketika sekelompok anak-anak sedang bermain di dekat rumah mereka di pinggiran Beit Furik, sebelah timur Nablus. Sekelompok pemukim mendekati dan menculik kedua anak itu.

Penduduk setempat berhasil mengejar para pemukim dan menyelamatkan anak-anak itu. Namun, anak laki-laki itu masih dalam kondisi psikologis yang tertekan.

Mohammed Hanani, paman anak-anak itu, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa kedua putrinya dan sepupu mereka sedang bermain di luar rumah mereka ketika sekelompok pemukim tiba dari pos terdepan yang baru didirikan di tanah kota itu.

Para pemukim menculik Maryam yang berusia 13 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia tiga tahun, Ahmed, membawa mereka ke daerah terpencil di mana mereka mengikat mereka ke pohon zaitun.

Salah satu sepupu mereka mencoba campur tangan tetapi para pemukim menyerangnya dengan batu.

"Kedua anak perempuan saya menangis dan menjerit, jadi kami mengejar para pemukim. Kami akhirnya menemukan anak-anak itu pingsan dan diikat di pohon," ujar dia.

Dia menjelaskan, "Para pemukim telah melarikan diri ke pos terdepan dengan ATV. Kami melepaskan ikatan anak-anak dan membawa mereka ke pusat kesehatan."

Meskipun anak-anak itu tidak mengalami cedera fisik, mereka tetap dalam keadaan sangat ketakutan dan tekanan psikologis.

"Putri saya, yang menyaksikan kejadian itu, masih menolak meninggalkan rumah dan terus menangis," papar dia.

Tanda Bahaya


Ini adalah insiden pertama yang dilaporkan tentang penculikan anak-anak oleh para pemukim di kota itu, yang telah menghadapi serangan berulang kali sejak didirikannya pos terdepan permukiman baru setelah dimulainya perang di Gaza.

Hanani mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, para pemukim telah membakar mobilnya dan truk yang ia gunakan untuk bekerja, membakar tanamannya, dan berulang kali menyerang rumahnya dengan batu.

"Semua kerusakan material ini telah diganti, tetapi penculikan dan penyerangan terhadap anak-anak memicu tanda bahaya dan membahayakan nyawa kami secara langsung," ungkap dia.

Menurut Hanani, tujuan dari serangan ini adalah untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah dan rumah mereka, sehingga membuka jalan bagi para pemukim untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Tentara Israel tidak hadir di lokasi kejadian selama insiden tersebut, menurut penduduk, tapi mereka merespons dengan cepat jika para pemukim diancam di mana pun di Tepi Barat.

Pada bulan Juli 2014, para pemukim Israel menculik remaja Palestina Mohammed Abu Khdeir dari kota Shuafat di Yerusalem Timur yang diduduki.

Mereka membawanya ke daerah hutan, di mana mereka menyiksanya sebelum membakarnya hidup-hidup.

Serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat telah meningkat di bawah pemerintahan sayap kanan ekstrem saat ini.

Tingkat penyitaan tanah, penyerangan terhadap pemilik tanah, pencurian ternak, dan pendirian pos-pos permukiman tertinggi telah tercatat sejak pemerintahan ini menjabat pada tahun 2022.

Yang membedakan pemerintahan ini adalah tingkat dukungan dan dorongan yang diberikannya kepada para pemukim, baik melalui penyediaan senjata atau pendanaan untuk pembangunan pos-pos baru.

Dukungan ini telah memungkinkan dan memberi semangat kepada para pemukim untuk melancarkan serangan terhadap warga Palestina, dengan tujuan menggusur masyarakat dan mencaplok tanah mereka.

Baca juga: BREAKING NEWS! Paus Fransiskus Meninggal Dunia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved