Kenapa Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza? Ternyata Ini Penyebabnya

Sabtu, 19 April 2025 - 09:59 WIB
loading...
Kenapa Para Jenderal...
Kendaraan militer Israel berada di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Kenapa para jenderal Israel sudah tak ingin serang Gaza? Pertanyaan ini muncul di tengah seruan mengakhiri perang Gaza oleh berbagai elemen di angkatan bersenjata Israel.

Baru-baru ini, lebih dari 1.500 tentara korps lapis baja Israel, termasuk para jenderal menandatangani petisi menuntut pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memprioritaskan pemulangan para sandera yang ditawan di Gaza.

Hal ini harus segera dilakukan, bahkan termasuk dengan mengorbankan berakhirnya perang di wilayah tersebut.

Menurut laporan Maariv, para pihak yang menandatangani petisi meliputi tentara yang bertugas di unit tank, veteran perang, komandan junior hingga mantan perwira senior militer Israel eks kepala korps lapis baja dan komandan divisi.

Lalu, ada juga mantan Kepala Komando Pusat Amram Mitzna, mantan Kepala Staf Dan Halutz, mantan Kepala Intelijen Militer Amos Malka, mantan Kepala Komando Pusat Avi Mizrahi, dan mantan Komandan Brigade Lapis Baja ke-14 Amnon Reshef.

Kenapa Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza?

1. Kebuntuan Militer dan Tujuan yang Tidak Jelas


Sebagian analis dan mantan pejabat militer Israel menyebut tujuan perang di Gaza semakin tidak jelas. Mereka pun menunjukan kekhawatiran atas pertempuran berkepanjangan yang sia-sia.

Melansir The New Arab, bukan tanpa alasan para pejabat militer menandatangani serangkaian petisi mendesak pemerintahan Netanyahu menghentikan perang.

Mereka menganggap jalannya konflik terus meningkatkan kekhawatiran atas korban kemanusiaan dan nasionalnya.

Ada pula yang menambahkan bahwa perang Gaza tampaknya semakin didorong kepentingan politik dan pribadi daripada kebutuhan keamanan.

Singkatnya, konflik di sana tidak lagi sesuai dengan tujuan awal sejak dimulainya perang, sehingga memunculkan ketidakpastian.

2. Ketegangan di Front Lain


Israel telah lama memfokuskan tujuannya memerangi Hamas di Gaza. Tak ragu, mereka menempatkan banyak pasukan dalam waktu lama di sana.

Namun, belum selesai dengan Hamas, Israel juga dihadapkan ketegangan tinggi di front lain. Tel Aviv juga menghadapi potensi konflik lanjutan dengan tetangganya seperti Iran.

Berdasarkan pertimbangan dari situ, para pemimpin militer ingin menjaga kesiapan untuk kemungkinan perang lebih besar.

Sebagian menganggap terlalu fokus ke Gaza bisa membuat Israel rentan di tempat lain, sehingga muncul usulan meninggalkan Gaza dan berfokus ke front lainnya.

3. Tekanan Internasional dan Diplomatik


Terlepas dari sikap keras kepalanya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pejabat militer Israel sadar tekanan kuat dari dunia internasional bisa menjadi masalah tersendiri.

Mereka tahu tuntutan yang semakin kuat itu dapat berdampak besar, termasuk bagi posisi diplomatik dan militer Israel di kawasan.

Sebagaimana diketahui, negara-negara lain termasuk sekutu Israel seperti Amerika Serikat memang menuntut Tel Aviv untuk segera menghentikan serangan di Gaza.

Faktor utamanya berkaitan dengan meningkatnya jumlah korban sipil dan krisis kemanusiaan di sana yang selama ini selalu menjadi perhatian.

Itulah beberapa alasan para jenderal Israel mempertimbangan meninggalkan Gaza dan tidak lagi menyerang wilayah tersebut.

Baca juga: Bangsa di Balik Jeruji Besi: Mengapa Israel Penjarakan 10.000 Warga Palestina?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved