Penembakan Massal Guncang Universitas Florida AS, Pelakunya Anak Polisi

Jum'at, 18 April 2025 - 08:45 WIB
loading...
A A A
“Semua orang mulai panik,” kata Swartz, seraya menambahkan bahwa dia mendengar sekitar 10 tembakan.

Sekelompok delapan orang berkerumun di lorong dan membarikade diri mereka dengan tong sampah dan tripleks.

"Saya ingat belajar melakukan yang terbaik yang Anda bisa untuk membuat mereka butuh waktu," kata Swartz.

"Penembak massal mencoba untuk menembak sebanyak mungkin orang," ujarnya.

Rekaman di media sosial menunjukkan sekelompok orang dewasa muda berjalan melalui koridor dengan tangan di udara saat mereka dievakuasi dari gedung.

Penembakan massal umum terjadi di Amerika Serikat, di mana hak konstitusional untuk memiliki senjata mengalahkan tuntutan untuk aturan yang lebih ketat.

Itu terjadi meskipun ada dukungan publik yang luas untuk kontrol yang lebih ketat terhadap senjata api, termasuk membatasi penjualan klip berkapasitas tinggi dan membatasi ketersediaan senjata perang otomatis.

Presiden Donald Trump menyebut penembakan ini memalukan dan hal yang mengerikan, tetapi bersikeras bahwa orang Amerika harus mempertahankan akses tanpa batas ke senjata api.

“Saya pendukung kuat Amandemen Kedua. Saya sudah mendukungnya sejak awal. Saya melindunginya,” katanya, merujuk pada bagian Konstitusi AS yang menurut para pendukung senjata melindungi kepemilikan senjata api.

“Hal-hal ini mengerikan, tetapi senjata tidak melakukan penembakan—orang-oranglah yang melakukannya," paparnya.

Sebuah penghitungan oleh kelompok nirlaba Arsip Kekerasan Senjata menunjukkan setidaknya telah terjadi 81 penembakan massal—yang didefinisikan sebagai empat orang atau lebih yang ditembak—di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved