Abu Ubaidah: Israel Mungkin telah Membunuh Sandera Warga AS Edan Alexander
Rabu, 16 April 2025 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Pesan itu menambahkan, "Kepemimpinan Anda telah menandatangani surat perintah hukuman mati bagi para tahanan, jadi persiapkan tempat pemakaman mereka."
Perkembangan ini menyusul perilisan video oleh Brigade Al-Qassam pada Sabtu lalu yang menampilkan Alexander yang memohon kepada Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan guna membebaskannya.
Dalam video tersebut, dia menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menelantarkan para tawanan di Gaza.
Ini merupakan penampilan kedua Alexander dalam video tersebut. Sebelumnya, dia muncul dalam video yang dirilis Brigade pada 30 November 2024, di mana dia menyatakan tidak ingin nasibnya seperti nasib rekan senegaranya, Hersh Goldberg-Polin, yang kematiannya diumumkan Brigade Al-Qassam akibat tembakan tentara Israel.
Perlu dicatat, Hamas sebelumnya telah mengumumkan persetujuannya membebaskan Alexander, beserta jenazah empat tawanan lainnya, sebagai tanggapan atas usulan Amerika.
Hal ini terjadi setelah Israel mengingkari perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan serangannya di Jalur Gaza.
Kekerasan Israel yang kembali terjadi pada 18 Maret mematahkan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari.
Aksi militer Israel terbaru telah menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina, sebagian besar warga sipil.
Perkembangan ini menyusul perilisan video oleh Brigade Al-Qassam pada Sabtu lalu yang menampilkan Alexander yang memohon kepada Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan guna membebaskannya.
Dalam video tersebut, dia menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menelantarkan para tawanan di Gaza.
Ini merupakan penampilan kedua Alexander dalam video tersebut. Sebelumnya, dia muncul dalam video yang dirilis Brigade pada 30 November 2024, di mana dia menyatakan tidak ingin nasibnya seperti nasib rekan senegaranya, Hersh Goldberg-Polin, yang kematiannya diumumkan Brigade Al-Qassam akibat tembakan tentara Israel.
Perlu dicatat, Hamas sebelumnya telah mengumumkan persetujuannya membebaskan Alexander, beserta jenazah empat tawanan lainnya, sebagai tanggapan atas usulan Amerika.
Hal ini terjadi setelah Israel mengingkari perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan serangannya di Jalur Gaza.
Kekerasan Israel yang kembali terjadi pada 18 Maret mematahkan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari.
Aksi militer Israel terbaru telah menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina, sebagian besar warga sipil.
Lihat Juga :