Hamas Akan Bebaskan Seluruh Sandera Israel Jika Ada Jaminan Perang Gaza Berakhir

Senin, 14 April 2025 - 19:17 WIB
loading...
Hamas Akan Bebaskan...
Hamas akan bebaskan seluruh sandera Israel jika ada jaminan perang di Gaza berakhir. Foto/Palestine Chronicle
A A A
GAZA - Seorang pejabat senior Hamas mengatakan pada hari Senin (14/4/2025) bahwa kelompoknya siap membebaskan seluruh sandera Israel dengan imbalan "pertukaran tahanan yang serius" jika ada jaminan Israel akan mengakhiri perangnya di Gaza.

Hamas terlibat dalam negosiasi di Kairo dengan mediator dari Mesir dan Qatar—dua negara yang bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menengahi gencatan senjata di wilayah Palestina yang terkepung tersebut.

"Kami siap membebaskan semua sandera Israel dengan imbalan kesepakatan pertukaran tawanan yang serius, diakhirinya perang, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan masuknya bantuan kemanusiaan," kata pejabat senior Hamas, Taher al-Nunu, kepada AFP.

Baca Juga: PM Kanada Komentari Genosida Gaza oleh Israel, Netanyahu Marah

Namun, dia menuduh Israel menghalangi kemajuan menuju gencatan senjata.

"Masalahnya bukan jumlah tawanan," kata Nunu. "Melainkan pendudukan mengingkari komitmennya, menghalangi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, dan melanjutkan perang," ujarnya.

"Karena itu, Hamas menekankan perlunya jaminan untuk memaksa pendudukan (Israel) menegakkan perjanjian tersebut," imbuh dia.

Situs berita Israel, Ynet, melaporkan pada hari Senin bahwa proposal baru telah diajukan kepada Hamas.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kelompok perlawanan Palestina tersebut akan membebaskan 10 sandera yang masih hidup dengan imbalan jaminan Amerika Serikat bahwa Israel akan memasuki negosiasi untuk fase kedua gencatan senjata.

Tahap pertama gencatan senjata, yang dimulai pada 19 Januari dan mencakup beberapa pertukaran sandera-tahanan, berlangsung selama dua bulan sebelum bubar.

Upaya menuju gencatan senjata baru telah terhenti, dilaporkan karena perselisihan mengenai jumlah sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas.

Sementara itu, Nunu mengatakan bahwa Hamas tidak akan melucuti senjata, syarat utama yang ditetapkan Israel untuk mengakhiri perang.

“Senjata perlawanan tidak dapat dinegosiasikan,” kata Nunu.

Perang di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel. Serangan itu mengakibatkan kematian 1.218 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Militan Hamas juga menyandera 251 orang, 58 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Minggu bahwa setidaknya 1.574 warga Palestina telah tewas sejak 18 Maret, ketika gencatan senjata berakhir, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak perang dimulai menjadi 50.944 orang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
AS-Iran Saling Gempur...
AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang
Rekomendasi
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved