250 Mantan Agen Intelijen Mossad Minta Perang Gaza Diakhiri

Senin, 14 April 2025 - 06:00 WIB
loading...
A A A
“Hanya kesepakatan yang dapat mengembalikan sandera dengan aman, sementara tekanan militer terutama mengarah pada pembunuhan sandera dan membahayakan tentara kita,” kata para prajurit cadangan, menyerukan kepada warga Israel “untuk bergerak demi tindakan.”

Mantan kepala angkatan darat Dan Halutz termasuk di antara mereka yang menandatangani surat tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam para penandatangan surat tersebut.

Mereka “adalah sekelompok ekstremis pinggiran yang mencoba sekali lagi untuk menghancurkan masyarakat Israel dari dalam,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Ia menuduh mereka “bertindak untuk satu tujuan – menjatuhkan pemerintah. Mereka tidak mewakili para prajurit atau masyarakat.”

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan surat tersebut merusak “legitimasi” perang di Gaza, mendesak para kepala angkatan darat dan angkatan udara untuk menangani masalah tersebut “dengan cara yang paling tepat.”

Menurut harian Haaretz Israel, kepala angkatan udara memutuskan untuk memberhentikan para prajurit cadangan aktif yang menandatangani surat tersebut, tanpa menyebutkan jumlah mereka.

Sementara itu, hampir 150 perwira dari Angkatan Laut Israel menandatangani petisi yang menyerukan kepada pemerintah Netanyahu untuk menghentikan perang di Gaza dan mengamankan pembebasan para sandera yang ditawan di sana, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.

Channel 12 melaporkan bahwa ratusan pejuang yang bertugas di masa lalu dan masih bertugas di cadangan Korps Lapis Baja dan Angkatan Laut bergabung dengan protes Angkatan Udara dan mengirim dua surat tambahan yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza dan pengembalian para sandera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved