Taliban Eksekusi 4 Pria di Stadion Afghanistan yang Penuh Sesak

Sabtu, 12 April 2025 - 20:55 WIB
loading...
A A A
Para warga Afghanistan diundang untuk menghadiri acara eksekusi tersebut dalam pemberitahuan resmi yang dibagikan secara luas pada hari Kamis.

Amnesty International meminta otoritas Taliban untuk menghentikan eksekusi di depan publik, yang disebutnya sebagai "penghinaan berat terhadap martabat manusia".

Eksekusi sebelumnya terjadi pada bulan November 2024, ketika seorang pembunuh yang dihukum ditembak tiga kali di dada oleh seorang anggota keluarga korban di depan ribuan penonton, termasuk pejabat tinggi Taliban, di sebuah stadion di Gardez, ibu kota provinsi Paktia timur.

Hukuman fisik, terutama cambuk, telah umum di bawah otoritas Taliban dan digunakan untuk kejahatan termasuk pencurian, perzinaan, dan konsumsi alkohol.

Namun, semua perintah eksekusi ditandatangani oleh Pemimpin Tertinggi Taliban yang tertutup, Hibatullah Akhundzada, yang tinggal di jantung gerakan tersebut, Kandahar.

Hukum Mata Ganti Mata


Akhundzada memerintahkan para hakim pada tahun 2022 untuk sepenuhnya menerapkan semua aspek interpretasi pemerintah Taliban terhadap hukum Islam–termasuk hukuman "mata ganti mata" yang dikenal sebagai "qisas", yang memungkinkan hukuman mati sebagai balasan atas kejahatan pembunuhan.

Hukum dan ketertiban merupakan inti dari ideologi keras Taliban, yang muncul dari kekacauan perang saudara setelah penarikan pasukan Soviet dari Afghanistan pada tahun 1989.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved