Ancaman Serang Iran Serius, Kapal Induk Nuklir AS Kedua Tiba di Timur Tengah

Jum'at, 11 April 2025 - 08:40 WIB
loading...
A A A
Selama masa jabatan pertamanya, Trump secara sepihak menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015—sebuah perjanjian multinasional yang bertujuan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, dia telah menerapkan kembali kebijakan "tekanan maksimum", menuduh Teheran berusaha mengembangkan senjata nuklir dan memberlakukan sanksi baru yang menargetkan sektor minyak Iran.

Pada awal Maret, Trump mengungkapkan bahwa dia telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang mengusulkan negosiasi ulang.

Dia memperingatkan bahwa jika Teheran menolak tawaran tersebut, negara itu dapat menghadapi serangan militer "yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Iran menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan telah berulang kali mengecam sanksi AS sebagai ilegal dan tidak dapat dibenarkan.

Pejabat Iran telah menyatakan bahwa negara itu siap untuk menanggapi setiap agresi dan dilaporkan telah menempatkan militer dalam siaga tinggi.

Berbicara pada upacara Hari Teknologi Nuklir Nasional pada hari Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi akan menyampaikan instruksi Khamenei selama pembicaraan di Oman.

"Seperti yang telah dinyatakan oleh Pemimpin Tertinggi, Republik Islam siap untuk terlibat...tetapi keterlibatan ini harus tidak langsung, bermartabat, dan disertai dengan jaminan yang jelas, karena kami masih belum mempercayai pihak lain," demikian pernyataan siaran pers dari kantor presiden Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved