Rouhani: Teman-teman Iran Harus Abaikan Sanksi AS Selama Pandemi

Sabtu, 05 September 2020 - 18:30 WIB
loading...
Rouhani: Teman-teman...
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani membujuk teman-teman Iran agar tidak mendukung sanksi Amerika Serikat (AS) dan mengabaikan sanksi selama pandemi virus corona.

Dia juga mengatakan, jika AS memiliki sedikit kemanusiaan atau otak, maka akan mencabut sanksi pada Iran selama krisis kesehatan.

Iran memiliki lebih dari 380.000 kasus corona dan lebih dari 22.000 orang meninggal akibat virus corona. Iran menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak Covid-19 di Timur Tengah.

“Selama beberapa bulan terakhir sejak virus corona tiba di negara kami, tak satu pun yang datang membantu kami,” papar Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi Iran.

“Jika AS memiliki sedikit kemanusiaan dan totak, mereka akan menawarkan mencabut sanksi selama satu tahun karena virus corona,” ungkap Rouhani.

“Namun AS jauh lebih tak punya hati dan setan dibandingkan hal-hal itu. AS menerapkan sanksi dan tekanan baru pada kami selama tujuh bulan terakhir virus corona,” kata Rouhani. (Baca Juga: Rusia Kerahkan 8 Jet Tempur untuk Cegat 3 Pembom AS di Dekat Crimea)

Dia menambahkan, “Tak satu pun negara sahabat mengatakan pada kami saat virus corona ini dan kesulitan ini dan demi kemanusiaan ‘kami akan menghadapi Amerika’ dan berbisnis dengan Iran meski ancaman balasan AS.” (Baca Infografis: Kolaborasi MiG-Sukhoi, Siap Hadirkan Jet Tempur Gen Ke-6 Rusia)

AS mengancam menerapkan sanksi pada siapa pun yang berbisnis dengan Iran. Sanksi itu bagian dari upaya AS memutus pendapatan Iran setelah Presiden Donald Trump mundur dari kesepakatan nuklir pada 2018. (Lihat Video: Orangtua Lalai, Bocah 2 Tahun Tewas di Dalam Ember)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved