Tentara China Ikut Perang Sokong Rusia Melawan Ukraina, AS Cemas
Rabu, 09 April 2025 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Namun, China adalah sekutu dekat Rusia dalam hal politik dan ekonomi, dan anggota NATO telah mencap China sebagai “pendukung yang menentukan” invasi Moskow, yang tidak pernah dikutuk Beijing. Presiden AS Donald Trump telah mendorong agar perang segera berakhir sejak menjabat, tetapi pemerintahannya gagal mencapai terobosan.
Kyiv telah berulang kali mendesak Beijing untuk menekan Moskow agar mengakhiri invasinya, yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa.
Zelensky mengatakan Kyiv memiliki bukti bahwa "lebih banyak warga negara China" bertempur bersama pasukan Rusia dan bahwa dia telah menginstruksikan menteri luar negerinya untuk mencari tahu bagaimana China akan menanggapinya.
Dia mengatakan penangkapan kedua pria itu dan keterlibatan Moskow dengan China dalam konflik tersebut merupakan "sinyal yang jelas bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan apa pun kecuali mengakhiri perang".
Zelensky juga menuntut reaksi dari Amerika Serikat, Eropa, dan semua orang di dunia yang menginginkan perdamaian dalam unggahannya di media sosial.
"Saya pikir Amerika Serikat harus lebih memperhatikan apa yang terjadi hari ini," katanya secara terpisah pada konferensi pers di Kyiv.
Perang di Ukraina, yang kini telah memasuki tahun keempat, telah menarik ribuan milisi asing dari kedua belah pihak.
Ukraina telah mendesak mitra-mitra Baratnya untuk menanggapi pengerahan ribuan tentara Korea Utara oleh Rusia ke wilayah barat Kursk.
Ukraina telah berjuang untuk mempertahankan wilayah setelah melancarkan serangan di wilayah perbatasan tahun lalu.
"Korea Utara berperang melawan kita di wilayah Kursk, China berperang di wilayah Ukraina. Dan saya pikir ini adalah poin penting yang perlu kita bahas dengan mitra-mitra kita, saya pikir ini mendesak," imbuh Zelensky dalam konferensi pers tersebut.
Kyiv telah berulang kali mendesak Beijing untuk menekan Moskow agar mengakhiri invasinya, yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa.
Zelensky mengatakan Kyiv memiliki bukti bahwa "lebih banyak warga negara China" bertempur bersama pasukan Rusia dan bahwa dia telah menginstruksikan menteri luar negerinya untuk mencari tahu bagaimana China akan menanggapinya.
Dia mengatakan penangkapan kedua pria itu dan keterlibatan Moskow dengan China dalam konflik tersebut merupakan "sinyal yang jelas bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan apa pun kecuali mengakhiri perang".
Zelensky juga menuntut reaksi dari Amerika Serikat, Eropa, dan semua orang di dunia yang menginginkan perdamaian dalam unggahannya di media sosial.
"Saya pikir Amerika Serikat harus lebih memperhatikan apa yang terjadi hari ini," katanya secara terpisah pada konferensi pers di Kyiv.
Perang di Ukraina, yang kini telah memasuki tahun keempat, telah menarik ribuan milisi asing dari kedua belah pihak.
Ukraina telah mendesak mitra-mitra Baratnya untuk menanggapi pengerahan ribuan tentara Korea Utara oleh Rusia ke wilayah barat Kursk.
Ukraina telah berjuang untuk mempertahankan wilayah setelah melancarkan serangan di wilayah perbatasan tahun lalu.
"Korea Utara berperang melawan kita di wilayah Kursk, China berperang di wilayah Ukraina. Dan saya pikir ini adalah poin penting yang perlu kita bahas dengan mitra-mitra kita, saya pikir ini mendesak," imbuh Zelensky dalam konferensi pers tersebut.
(mas)
Lihat Juga :