Bodohnya AS, Kirim Senjata ke Israel untuk Membunuh Warga Amerika di Palestina

Rabu, 09 April 2025 - 08:38 WIB
loading...
A A A
Yaser Alkam, kepala departemen hubungan luar negeri Turmus Ayya, mengatakan: "Warga Palestina-Amerika di Turmus Ayya benar-benar kecewa...kami adalah warga negara Amerika Serikat yang terlupakan."

"Kami telah menghubungi kedutaan AS berkali-kali," katanya, tetapi tidak berhasil.

Dihubungi oleh AFP, kedutaan besar AS di Yerusalem tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Warga Palestina Menjadi Sasaran


"Turmus Ayya terdiri dari 80 persen warga Amerika," kata Alkam.

"Ketika seorang tentara Israel menembaki...anak-anak kecil, ada kemungkinan 80 persen dia mengenai orang Amerika."

Alkam, yang tinggal selama 25 tahun di California, mengecam serangan harian tentara Israel ke kota itu "tanpa alasan" yang sering meningkat dengan cepat dan terbukti fatal bagi warga Palestina, termasuk anak-anak yang sering ditembak karena melemparkan batu.

Dia memperingatkan bahwa dengan "dukungan tanpa syarat" Trump untuk pemerintah Israel, akan ada "lebih banyak kekerasan tanpa hukuman" terhadap warga Palestina.

Kekerasan telah melonjak sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada Oktober 2023 di Jalur Gaza, wilayah Palestina yang terpisah.

Setidaknya 918 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel atau pemukim di Tepi Barat sejak saat itu, menurut angka Kementerian Kesehatan Palestina.

"Baik tentara Israel, pemukim, atau polisi—seluruh rakyat Palestina menjadi sasaran," kata Shalabi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved