Pesawat Nirawak Iran Bikin Ciut Nyali Komandan AS

Rabu, 11 Maret 2020 - 10:22 WIB
Pesawat Nirawak Iran...
Pesawat Nirawak Iran Bikin Ciut Nyali Komandan AS
A A A
WASHINGTON - Pesawat nirawak atau penggantinya yang dikerahkan oleh Iran untuk pengintaian dan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah adalah ancaman regional baru yang paling menakutkan sejak alat peledak rakitan (IED) dikerahkan selama perang Irak. Hal itu diungkapkan oleh komandan top AS di wilayah Timur Tengah.

"Ancaman yang terus meningkat yang ditimbulkan oleh sistem udara tak berawak, ditambah dengan kurangnya kemampuan jaringan kami yang dapat diandalkan untuk melawan mereka adalah perkembangan taktis yang paling memprihatinkan di Timur Tengah sejak IED," ujar Jenderal Frank McKenzie, yang mengepalai Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan tertulis Selasa kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR.

Penggunaan alat-alat elementer yang meningkat cepat dan, kemudian, bahan peledak yang lebih canggih - banyak dibuat di Iran dan dikirim ke Irak - membunuh dan melukai ribuan tentara Amerika selama invasi AS yang dimulai pada tahun 2003.

Munculnya IED akhirnya menyebabkan Pentagon mengembangkan dan memproduksi kendaraan lapis baja yang disebut MRAP di bawah Menteri Pertahanan saat itu Robert Gates dengan skala penuh.

"Kami dengan cepat mendekati titik waktu yang membutuhkan mobilisasi serupa untuk melawan ancaman UAS," kata McKenzie, menggunakan inisial untuk sistem pesawat tak berawak.

"Sejak Mei 2019, kelompok-kelompok yang didukung Iran telah melakukan sejumlah penerbangan pengintaian menggunakan UAS dekat pangkalan Pasukan Keamanan AS dan Irak dan menggunakan drone dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi pada September," ucap McKenzie seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (11/3/2020).

Iran sendiri membantah terlibat dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.

Sebelumnya pada bulan Januari lalu pelanggan setia senjata Pentagon, Ellen Lord, mengarahkan Angkatan Darat untuk mengoordinasikan upaya kontra-drone militer secara keseluruhan, termasuk memilih sistem baru untuk pengadaan dan penyebaran.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
13 menit yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
44 menit yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
1 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
2 jam yang lalu
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
3 jam yang lalu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved