Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel
Selasa, 08 April 2025 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Militer Israel mengklaim penyelidikan awal menyimpulkan ambulans dan tim pertahanan sipil mendekati kendaraan milik Hamas saat memasuki Tel al-Sultan, dan para prajurit yakin kendaraan itu merupakan ancaman, jadi mereka melepaskan tembakan.
Militer rezim kolonialis Israel itu membantah para pekerja bantuan itu dieksekusi setelah diikat.
Mereka juga mengklaim buldoser militer menutupi mayat dan kendaraan dengan pasir karena "pertempuran yang sedang berlangsung" dan mencoba membenarkan kejahatan tersebut dengan menyebutnya sebagai "prosedur standar di wilayah selatan untuk mencegah hewan merusak mayat."
Sementara itu, ribuan mayat warga sipil, termasuk anak-anak, wanita, dan orang tua, dibiarkan dicabik-cabik anjing di wilayah lain di Gaza.
Militer Israel membantah mayat para korban telah rusak, meskipun faktanya "video yang mendokumentasikan penggalian di lokasi tempat mayat dikubur menunjukkan mereka dalam kondisi yang sangat buruk, dengan beberapa di antaranya cacat," menurut surat kabar Haaretz.
Surat kabar Israel melaporkan Kepala Staf, Eyal Zamir, mengarahkan mekanisme investigasi di Staf Umum, yang bertanggung jawab memeriksa kasus-kasus yang diduga sebagai kejahatan perang, untuk menyelidiki insiden tersebut.
Surat kabar itu menegaskan, “Sejak dimulainya perang, informasi tentang puluhan kasus telah ditransfer ke mekanisme ini, namun tidak ada satupun prajurit yang dituntut atas hal ini.”
Baca juga: 90% Permukiman Warga Palestina di Rafah Dihancurkan Israel
Militer rezim kolonialis Israel itu membantah para pekerja bantuan itu dieksekusi setelah diikat.
Mereka juga mengklaim buldoser militer menutupi mayat dan kendaraan dengan pasir karena "pertempuran yang sedang berlangsung" dan mencoba membenarkan kejahatan tersebut dengan menyebutnya sebagai "prosedur standar di wilayah selatan untuk mencegah hewan merusak mayat."
Sementara itu, ribuan mayat warga sipil, termasuk anak-anak, wanita, dan orang tua, dibiarkan dicabik-cabik anjing di wilayah lain di Gaza.
Militer Israel membantah mayat para korban telah rusak, meskipun faktanya "video yang mendokumentasikan penggalian di lokasi tempat mayat dikubur menunjukkan mereka dalam kondisi yang sangat buruk, dengan beberapa di antaranya cacat," menurut surat kabar Haaretz.
Surat kabar Israel melaporkan Kepala Staf, Eyal Zamir, mengarahkan mekanisme investigasi di Staf Umum, yang bertanggung jawab memeriksa kasus-kasus yang diduga sebagai kejahatan perang, untuk menyelidiki insiden tersebut.
Surat kabar itu menegaskan, “Sejak dimulainya perang, informasi tentang puluhan kasus telah ditransfer ke mekanisme ini, namun tidak ada satupun prajurit yang dituntut atas hal ini.”
Baca juga: 90% Permukiman Warga Palestina di Rafah Dihancurkan Israel
(sya)
Lihat Juga :