Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS
Minggu, 06 April 2025 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Vietnam, yang diuntungkan dari pengalihan rantai pasokan AS dari China setelah perang dagang periode pertama Trump dengan Beijing, akan dikenakan tarif sebesar 46%. Namun, Vietnam setuju pada hari Jumat untuk membahas kesepakatan dengan Trump.
Kanada dan Meksiko dibebaskan dari bea masuk terbaru Trump karena mereka masih dikenai tarif 25% terkait krisis fentanil AS untuk barang-barang yang tidak mematuhi aturan asal AS-Meksiko-Kanada.
Michael Strain, direktur Studi Kebijakan Ekonomi di American Enterprise Institute, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tarif AS disambut cukup buruk oleh para investor.
"Ini akan berdampak sangat buruk pada hasil ekonomi pekerja, rumah tangga, dan bisnis," ujar dia, seraya menambahkan, “Langkah tersebut akan menimbulkan kenaikan pajak sebesar 400-500 miliar dolar tahun ini bagi rumah tangga dan bisnis Amerika."
"Kombinasi kenaikan pajak dan tarif yang besar akan menaikkan harga barang-barang impor yang dihadapi rumah tangga (dan) berarti rumah tangga kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan pendapatan negatif... Itu saja akan berisiko menimbulkan resesi di AS," ujar dia.
Pada hari Jumat, China mengumumkan akan mengenakan tarifnya sendiri sebesar 34% pada produk-produk AS mulai 10 April.
Beijing juga mengatakan akan menuntut AS di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan membatasi ekspor unsur tanah jarang yang digunakan dalam teknologi medis dan elektronik kelas atas.
Trump memperingatkan pada hari Jumat di media sosial bahwa "Tiongkok bertindak salah," dengan mengatakan ini adalah sesuatu yang "tidak dapat mereka lakukan".
Mitra dagang utama lainnya telah menahan diri karena mereka terus mencerna kebuntuan internasional yang sedang berlangsung dan ketakutan akan resesi.
Pengumuman tarif Trump pada hari Rabu mengguncang pasar saham global hingga ke intinya, menghapus nilai pasar saham sebesar USD5 triliun untuk perusahaan-perusahaan S&P 500 pada penutupan hari Jumat, penurunan dua hari yang memecahkan rekor.
Kanada dan Meksiko dibebaskan dari bea masuk terbaru Trump karena mereka masih dikenai tarif 25% terkait krisis fentanil AS untuk barang-barang yang tidak mematuhi aturan asal AS-Meksiko-Kanada.
Cukup Dahsyat
Michael Strain, direktur Studi Kebijakan Ekonomi di American Enterprise Institute, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tarif AS disambut cukup buruk oleh para investor.
"Ini akan berdampak sangat buruk pada hasil ekonomi pekerja, rumah tangga, dan bisnis," ujar dia, seraya menambahkan, “Langkah tersebut akan menimbulkan kenaikan pajak sebesar 400-500 miliar dolar tahun ini bagi rumah tangga dan bisnis Amerika."
"Kombinasi kenaikan pajak dan tarif yang besar akan menaikkan harga barang-barang impor yang dihadapi rumah tangga (dan) berarti rumah tangga kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan pendapatan negatif... Itu saja akan berisiko menimbulkan resesi di AS," ujar dia.
Pada hari Jumat, China mengumumkan akan mengenakan tarifnya sendiri sebesar 34% pada produk-produk AS mulai 10 April.
Beijing juga mengatakan akan menuntut AS di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan membatasi ekspor unsur tanah jarang yang digunakan dalam teknologi medis dan elektronik kelas atas.
Trump memperingatkan pada hari Jumat di media sosial bahwa "Tiongkok bertindak salah," dengan mengatakan ini adalah sesuatu yang "tidak dapat mereka lakukan".
Mitra dagang utama lainnya telah menahan diri karena mereka terus mencerna kebuntuan internasional yang sedang berlangsung dan ketakutan akan resesi.
Pengumuman tarif Trump pada hari Rabu mengguncang pasar saham global hingga ke intinya, menghapus nilai pasar saham sebesar USD5 triliun untuk perusahaan-perusahaan S&P 500 pada penutupan hari Jumat, penurunan dua hari yang memecahkan rekor.
Lihat Juga :