4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah
Rabu, 02 April 2025 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Situasi di Yaman sendiri masih belum menentu, terlebih setelah gencatan senjata antara Hamas dengan Israel. Selama konflik yang melibatkan dua wilayah itu, Houthi dikenal akan perannya yang menjarah berbagai kapal di Laut Merah yang berhubungan dengan Israel.
Kerusuhan itu terjadi hanya tiga bulan setelah jatuhnya Bashar al-Assad di Suriah dalam serangan pejuang oposisi. Laporan dari wilayah Latakia menceritakan tentang penculikan, pencurian, pelecehan dan bahkan pembunuhan di depan umum.
Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) pada 9 Maret, sedikitnya 1.311 orang telah tewas, sekitar 830 orang adalah warga sipil, 230 personel keamanan dari berbagai cabang, dan sekitar 250 pejuang bersenjata.
Poros Latakia-Tartous terletak di sepanjang pantai Mediterania Suriah, dengan Banias dan Jableh terletak di antara keduanya. Kedua provinsi yang mayoritas penduduknya Alawi ini telah lama dianggap sebagai benteng al-Assad, dengan kampung halaman keluarga tersebut, al-Qerdaha, terletak di sebelah timur Latakia.
Ketika al-Assad jatuh, para pengamat khawatir akan ada serangan balas dendam terhadap komunitas Alawite. Mungkin karena itulah “sisa-sisa rezim” memilih untuk menyerang.
4. Suriah
Negara mayoritas Islam merayakan Lebaran dalam kondisi berperang di tahun 2025 yang terakhir adalah Suriah. Pemerintah Suriah mengatakan telah mengakhiri operasi di provinsi pesisir Latakia dan Tartous setelah empat hari pertempuran antara pasukan keamanan dan pejuang bersenjata pro-Assad pada pertengahan Maret 2025.Kerusuhan itu terjadi hanya tiga bulan setelah jatuhnya Bashar al-Assad di Suriah dalam serangan pejuang oposisi. Laporan dari wilayah Latakia menceritakan tentang penculikan, pencurian, pelecehan dan bahkan pembunuhan di depan umum.
Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) pada 9 Maret, sedikitnya 1.311 orang telah tewas, sekitar 830 orang adalah warga sipil, 230 personel keamanan dari berbagai cabang, dan sekitar 250 pejuang bersenjata.
Poros Latakia-Tartous terletak di sepanjang pantai Mediterania Suriah, dengan Banias dan Jableh terletak di antara keduanya. Kedua provinsi yang mayoritas penduduknya Alawi ini telah lama dianggap sebagai benteng al-Assad, dengan kampung halaman keluarga tersebut, al-Qerdaha, terletak di sebelah timur Latakia.
Ketika al-Assad jatuh, para pengamat khawatir akan ada serangan balas dendam terhadap komunitas Alawite. Mungkin karena itulah “sisa-sisa rezim” memilih untuk menyerang.
(ahm)
Lihat Juga :