Sebut Tentara AS yang Gugur Pecundang, Biden Tuntut Trump Minta Maaf

Sabtu, 05 September 2020 - 03:16 WIB
loading...
Sebut Tentara AS yang...
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden menuntut Presiden Donadl Trump meminta maaf karena menyebut tentara Amerika yang gugur pecundang. Foto/Business Insider
A A A
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden , mengutuk lawannya sekaligus calon incumbent Presiden Donald Trump atas pernyataan yang menyebut pasukan Amerika yang tewas dalam pertempuran sebagai pecundang.

"Terus terang, jika apa yang tertulis di The Atlantic itu benar, itu menjijikkan," kata Biden, mengomentari laporan yang diterbitkan majalah Atlantic terkait komentar Trump tentang mereka yang tewas dalam pertempuran untuk Amerika Serikat.

Di antara banyaknya penghinaan yang dikaitkan dengan empat sumber anonim yang mengetahui percakapan tersebut, Trump dilaporkan mengatakan dia tidak ingin tentara yang terluka ditampilkan dalam parade militer karena tidak ada yang ingin melihat itu dan Marinir yang tewas dalam Perang Dunia I adalah "orang tolol" serta "pecundang." Presiden AS itu juga mempertanyakan mereka yang memilih untuk mengabdi pada negara, daripada mengejar karir yang lebih menguntungkan, dengan mengluarkan pertanyaan: "Apa untungnya bagi mereka?" (Baca juga: Majalah Atlantic: Trump Sebut Marinir AS yang Tewas dalam PD I Pecundang )

"Tugas, kehormatan, negara. Ini adalah nilai-nilai yang mendorong anggota militer kami," kata Biden.

"Ini pakaian yang semuanya sukarela," imbuhnya seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (5/9/2020).

Calon presiden dari Partai Demokrat juga menunjuk pada dinas militer putranya sendiri untuk mengecam pernyataan yang dilaporkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved