170.000 Bayi Korea Selatan Diekspor ke Berbagai Negara untuk Diadopsi

Kamis, 27 Maret 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Namun, ada "kegagalan sistemik dalam pengawasan dan manajemen", yang menyebabkan banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga ini, menurut laporan tersebut.

Laporan tersebut mencatat bahwa lembaga asing telah menuntut sejumlah anak tertentu setiap bulan dan lembaga Korea mematuhinya, "memfasilitasi adopsi antarnegara dalam skala besar dengan pengawasan prosedural yang minimal".

Tanpa adanya peraturan pemerintah tentang biaya, lembaga-lembaga Korea mengenakan biaya dalam jumlah besar dan menuntut "sumbangan", yang mengubah adopsi menjadi "industri yang digerakkan oleh laba", menurut laporan tersebut.

Pelanggaran lainnya termasuk adopsi yang dilakukan tanpa persetujuan yang tepat dari ibu kandung dan penyaringan yang tidak memadai terhadap orang tua angkat.

Badan-badan tersebut juga membuat laporan palsu yang membuat anak-anak tampak seolah-olah ditelantarkan dan disiapkan untuk diadopsi; dan dengan sengaja memberikan identitas yang salah kepada anak-anak.

Karena banyak anak angkat yang memiliki identitas palsu yang tercantum dalam dokumen mereka, mereka sekarang kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang keluarga kandung mereka dan dibiarkan dengan perlindungan hukum yang tidak memadai, demikian yang dicatat dalam laporan tersebut.

Komisi tersebut telah merekomendasikan pemerintah untuk menyampaikan permintaan maaf resmi, dan untuk mematuhi standar internasional tentang adopsi transnasional.

Korea Selatan telah bergerak untuk memperketat proses adopsi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, negara itu mengesahkan undang-undang yang memastikan bahwa semua adopsi luar negeri akan ditangani oleh kementerian pemerintah, bukan lembaga swasta, yang akan mulai berlaku pada bulan Juli.

Pemerintah Korea Selatan belum menanggapi laporan hari Rabu.

Inger-Tone Ueland Shin, 60, adalah salah satu pemohon yang kasusnya diselidiki oleh komisi tersebut. Dia diadopsi oleh pasangan Norwegia saat dia berusia 13 tahun - dan kemudian mengetahui bahwa adopsinya ilegal.

Pasangan itu, yang berusia 50-an saat itu, awalnya mengajukan permohonan adopsi tetapi ditolak oleh otoritas Norwegia karena mereka terlalu tua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved