3 Negara Musuh Terbesar Israel, Salah Satunya Memiliki Senjata Nuklir
Selasa, 25 Maret 2025 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Hizbullah telah menembakkan roket ke Israel secara berkala selama beberapa tahun, menewaskan ratusan warga Israel. Setelah pembantaian 7 Oktober, organisasi teroris tersebut telah mengintensifkan serangan di sepanjang perbatasan utara Israel.
Beberapa pernyataan paling berbahaya datang dari presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (2005–2013). Ia menyebut Israel sebagai "tumor" yang harus "dihilangkan" dan menyangkal Holocaust9. Meskipun beberapa pihak masih memperdebatkan peran Iran dalam pembantaian 7 Oktober, negara tersebut telah mendukung dan mendanai Hamas selama bertahun-tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, baik Israel maupun Amerika Serikat telah mengkhawatirkan Iran yang mengembangkan senjata nuklir, yang dapat digunakan untuk mengancam Israel.
Berdasarkan kesepakatan nuklir Iran (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) pada tahun 2015, Iran setuju untuk membatasi persediaan uraniumnya. Meskipun Iran mengklaim program nuklirnya bersifat damai, pada Oktober 2023 persediaan uraniumnya delapan belas kali lipat dari tingkat yang diizinkan.
3. Iran
Iran meliputi sebagian besar kekaisaran Persia. Iran telah menjadi negara Islam yang terpolarisasi sejak 19797. Pada tahun 2000-an, Iran menjadi musuh utama Israel8, dan para pemimpin Iran secara konsisten telah menyangkal hak Israel untuk eksis.Beberapa pernyataan paling berbahaya datang dari presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (2005–2013). Ia menyebut Israel sebagai "tumor" yang harus "dihilangkan" dan menyangkal Holocaust9. Meskipun beberapa pihak masih memperdebatkan peran Iran dalam pembantaian 7 Oktober, negara tersebut telah mendukung dan mendanai Hamas selama bertahun-tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, baik Israel maupun Amerika Serikat telah mengkhawatirkan Iran yang mengembangkan senjata nuklir, yang dapat digunakan untuk mengancam Israel.
Berdasarkan kesepakatan nuklir Iran (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) pada tahun 2015, Iran setuju untuk membatasi persediaan uraniumnya. Meskipun Iran mengklaim program nuklirnya bersifat damai, pada Oktober 2023 persediaan uraniumnya delapan belas kali lipat dari tingkat yang diizinkan.
(ahm)
Lihat Juga :