Demo Marah pada Erdogan Makin Membesar: Turki Jadi Negara Otoriter atau Demokratis?

Senin, 24 Maret 2025 - 08:05 WIB
loading...
A A A
Penangkapan Imamoglu, katanya, telah memicu reaksi keras, "terutama di kalangan anak muda yang khawatir tentang masa depan mereka di negara yang kebebasannya semakin dibatasi. Reaksi itu jauh melampaui Imamoglu."

“Anak-anak Para Perampas”


“Kami adalah anak-anak para ‘perampas’ yang kini telah dewasa,” demikian bunyi slogan yang diusung oleh banyak pengunjuk rasa muda, menggunakan istilah kuno yang dicetuskan Erdogan untuk para pengunjuk rasa Gezi Park tahun 2013 saat dia menjabat sebagai perdana menteri.

“Ini bukan hanya tentang CHP, tetapi tentang semua orang. Pertanyaannya adalah apakah Turki akan hidup di bawah rezim otoriter atau menjadi negara demokratis,” kata Ilhan Uzgel, yang menangani hubungan eksternal partai tersebut.

Dalam upaya untuk menonjolkan sifat non-partisan dari gerakan protes tersebut, CHP telah mengundang semua warga Turki, bukan hanya anggota partai, untuk bergabung dalam pemungutan suara primer simbolisnya pada hari Minggu ketika Imamoglu akan dinobatkan sebagai kandidat presiden partai.

“Kami bertekad untuk menyelenggarakan pemilihan primer ini meskipun (pemerintah) berusaha menghalanginya. Namun, pemilihan ini akan tetap dilaksanakan,” tegas Uzgel.

Oposisi pro-Kurdi; DEM—partai besar ketiga di Parlemen—, juga telah memberikan dukungannya terhadap protes yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut di luar Balai Kota Istanbul.

“Dengan menggunakan peradilan, mereka mencoba membentuk kembali oposisi untuk mengonsolidasikan rezim,” jelas anggota Parlemen dari DEM, Ibrahim Akin.

Memecah Belah Oposisi


Pemerintah secara berkala menuduh DEM memiliki hubungan dengan militan Kurdi terlarang PKK, yang dimasukkan dalam daftar hitam Ankara sebagai kelompok teroris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved