11 Fakta Unik Kuwait, Negara Pemilik Mata Uang Termahal di Dunia: Bensin Murah, Sekolah Gratis, Bebas Pajak Penghasilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 08:25 WIB
loading...
A A A

3. Sekolah dan Kuliah Gratis


Salah satu kebijakan luar biasa di Kuwait adalah pendidikan gratis yang diberikan kepada semua warga yang bersekolah di jenjag jenjang pendidikan dasar perguruan tinggi negeri.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi pendidikan tinggi lainnya, termasuk untuk mahasiswa internasional yang belajar di Kuwait dalam bentuk beasiswa.

4. Tidak Ada Pajak Penghasilan


Kuwait terkenal dengan kebijakan pajak yang sangat menguntungkan bagi warganya. Salah satu kebijakan paling mencolok adalah tidak adanya pajak penghasilan pribadi.

Ini memberikan keuntungan besar bagi warga Kuwait dan pekerja asing yang bekerja di negara ini, karena mereka tidak dibebani pajak atas penghasilan yang mereka terima.

5. Penghasilan yang Tinggi, Biaya Hidup yang Terjangkau


Meskipun biaya hidup di Kuwait relatif tinggi dalam beberapa hal (seperti harga barang impor), pendapatan rata-rata yang diterima oleh warga Kuwait jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di kawasan Teluk.

Sebagai contoh, rata-rata gaji bulanan di Kuwait untuk seorang pekerja adalah sekitar 1.500 KWD (sekitar 4.890 USD), yang jauh lebih tinggi daripada banyak negara di kawasan Teluk lainnya.

6. Kuwait Memiliki Cadangan Minyak Terbesar Kelima di Dunia


Kuwait memiliki cadangan minyak terbesar kelima di dunia, yang diperkirakan sekitar 102 miliar barel.

Negara ini adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional.

Minyak bumi adalah sumber utama pendapatan bagi negara ini, yang membuatnya kaya akan sumber daya alam.

7. Kuwait Didominasi Ekspatriat


Sekitar 70% dari total populasi Kuwait adalah ekspatriat, yang berasal dari berbagai negara, termasuk India, Pakistan, dan negara-negara Asia lainnya.

Hal ini menciptakan keragaman budaya yang sangat besar di Kuwait, namun juga menunjukkan ketergantungan negara ini pada tenaga kerja asing dalam berbagai sektor ekonomi, terutama di sektor konstruksi dan jasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved