Tunduk pada Keinginan Putin, AS Tekan Ukraina untuk Serahkan Wilayah yang Diduduki Rusia

Senin, 17 Maret 2025 - 18:25 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Profil Anatoliy Barhylevych, Kepala Staf AD Ukraina yang Dicopot karena Gagal Melawan Rusia

Juga pada hari Minggu, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Waltz mengatakan bahwa "kami terlibat dalam diplomasi, dan itu akan melibatkan wortel dan tongkat untuk membawa kedua belah pihak ke meja perundingan." Ketika ditanya apakah Presiden AS Donald Trump siap untuk "menghukum" Presiden Rusia Vladimir Putin dengan lebih banyak sanksi jika ia menolak gencatan senjata, Waltz menjawab bahwa "semua opsi ada di atas meja."

Awal minggu ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa perwakilan dari Washington dan Kiev telah "melakukan pembicaraan" mengenai masalah konsesi teritorial selama perundingan di kota Jeddah, Arab Saudi, pada hari Selasa. Diplomat tersebut berpendapat bahwa "tidak ada pihak yang dapat mencapai tujuan maksimalis mereka secara militer."

Ia juga meramalkan bahwa "jelas, akan sangat sulit bagi Ukraina dalam jangka waktu yang wajar untuk memaksa Rusia kembali ke tempat mereka berada pada tahun 2014." Setelah perundingan di Jeddah, Ukraina menyetujui gencatan senjata selama 30 hari.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, melakukan perjalanan ke Moskow pada hari Kamis untuk menyampaikan rincian proposal tersebut kepada Putin. Kepala negara Rusia pada prinsipnya menyambut baik gencatan senjata tersebut tetapi bersikeras untuk membahas beberapa masalah penting terlebih dahulu, termasuk nasib pasukan Ukraina yang dikepung di Wilayah Kursk Rusia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved