Trump Makin Simpati pada Rusia, Eropa Galau Andalkan Senjata Nuklir Siapa?
Senin, 17 Maret 2025 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi beralih ke program yang sepenuhnya berdaulat, atau jenis kerja sama internasional lainnya, akan mahal dan sangat memakan waktu," ujarnya.
Mantan menteri luar negeri Inggris Sir David Manning telah memimpin seruan agar Inggris mengakhiri kerja sama nuklirnya dengan AS.
"Sangat penting bagi Inggris dan Prancis untuk bekerja sama lebih erat karena jika keandalan Amerika dipertanyakan, maka Eropa bisa jadi tidak berdaya menghadapi agresi Rusia," kata Sir David.
"Kontribusi Amerika sekarang harus diragukan, bukan hari ini atau besok, tetapi selama beberapa tahun ke depan dan tentu saja karena Trump dan orang-orang seperti dia memegang kendali di Washington," paparnya.
Pergeseran baru-baru ini dalam kemitraan trans-Atlantik telah memaksa Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memulai kembali diskusi tentang pembagian persenjataan nuklirnya dengan sekutu-sekutunya di Eropa.
"Masa depan Eropa tidak perlu diputuskan di Washington atau Moskow," kata Macron.
Ketika pemimpin Prancis mengisyaratkan sekutu-sekutunya mungkin sudah berada di bawah payung nuklirnya, untuk pertama kalinya negara-negara Eropa lainnya meminta dukungan persenjataan nuklir.
Polandia telah mengumumkan akan berupaya mendapatkan akses ke senjata nuklir sebagai pencegah terhadap potensi agresi Rusia di masa mendatang.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya "berbicara serius" dengan Prancis tentang perlindungan oleh payung nuklir Prancis.
Kanselir Jerman berikutnya, Friedrich Merz, mengatakan negaranya siap untuk berdiskusi tentang perlindungan nuklir tetapi mengatakan Eropa perlu melihat lebih jauh dari Prancis dan Inggris, karena Amerika yang dipimpin Trump tidak dapat diandalkan.
"Mengingat ancaman terhadap kebebasan dan perdamaian di benua kita, aturan untuk pertahanan kita sekarang harus, apa pun yang diperlukan," katanya.
"Sangat penting bagi orang Eropa untuk melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa kita setidaknya mampu mempertahankan benua Eropa sendiri," imbuh dia.
Keseimbangan kekuatan tidak sepenuhnya menguntungkan Prancis.
Rusia memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir, hampir 10 kali lipat jumlah yang dimiliki Eropa secara keseluruhan.
Mantan menteri luar negeri Inggris Sir David Manning telah memimpin seruan agar Inggris mengakhiri kerja sama nuklirnya dengan AS.
"Sangat penting bagi Inggris dan Prancis untuk bekerja sama lebih erat karena jika keandalan Amerika dipertanyakan, maka Eropa bisa jadi tidak berdaya menghadapi agresi Rusia," kata Sir David.
"Kontribusi Amerika sekarang harus diragukan, bukan hari ini atau besok, tetapi selama beberapa tahun ke depan dan tentu saja karena Trump dan orang-orang seperti dia memegang kendali di Washington," paparnya.
Pergeseran baru-baru ini dalam kemitraan trans-Atlantik telah memaksa Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memulai kembali diskusi tentang pembagian persenjataan nuklirnya dengan sekutu-sekutunya di Eropa.
"Masa depan Eropa tidak perlu diputuskan di Washington atau Moskow," kata Macron.
Ketika pemimpin Prancis mengisyaratkan sekutu-sekutunya mungkin sudah berada di bawah payung nuklirnya, untuk pertama kalinya negara-negara Eropa lainnya meminta dukungan persenjataan nuklir.
Polandia telah mengumumkan akan berupaya mendapatkan akses ke senjata nuklir sebagai pencegah terhadap potensi agresi Rusia di masa mendatang.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya "berbicara serius" dengan Prancis tentang perlindungan oleh payung nuklir Prancis.
Kanselir Jerman berikutnya, Friedrich Merz, mengatakan negaranya siap untuk berdiskusi tentang perlindungan nuklir tetapi mengatakan Eropa perlu melihat lebih jauh dari Prancis dan Inggris, karena Amerika yang dipimpin Trump tidak dapat diandalkan.
"Mengingat ancaman terhadap kebebasan dan perdamaian di benua kita, aturan untuk pertahanan kita sekarang harus, apa pun yang diperlukan," katanya.
"Sangat penting bagi orang Eropa untuk melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa kita setidaknya mampu mempertahankan benua Eropa sendiri," imbuh dia.
Apakah Eropa Aman Tanpa Bantuan Amerika?
Keseimbangan kekuatan tidak sepenuhnya menguntungkan Prancis.
Rusia memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir, hampir 10 kali lipat jumlah yang dimiliki Eropa secara keseluruhan.
Lihat Juga :