PM Inggris Tuding Putin Permainkan Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Ukraina
Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:20 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin dituding mempermainkan kesepakatan gencatan dengan Ukraina. Foto/X
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menuding Presiden Rusia Vladimir Putin mempermainkan kesepakatan gencatan senjata dengan Ukraina .
"Kita tidak dapat membiarkan Presiden Putin bermain-main dengan kesepakatan Presiden Trump," katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC.
"Pengabaian Kremlin sepenuhnya terhadap usulan gencatan senjata Presiden Trump hanya menunjukkan bahwa Putin tidak serius tentang perdamaian."
Awal minggu ini, Vladimir Putin mengatakan bahwa ia setuju dengan gagasan gencatan senjata di Ukraina tetapi mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa "masih ada pertanyaan" tentang sifat gencatan senjata.
"Jika Rusia akhirnya datang ke meja perundingan, maka kita harus siap memantau gencatan senjata untuk memastikan bahwa itu adalah perdamaian yang serius dan abadi," tambah Starmer.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
"Jika mereka tidak melakukannya, maka kita perlu mengerahkan segenap tenaga untuk meningkatkan tekanan ekonomi pada Rusia guna mengamankan akhir dari perang ini."
"Kita tidak dapat membiarkan Presiden Putin bermain-main dengan kesepakatan Presiden Trump," katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC.
"Pengabaian Kremlin sepenuhnya terhadap usulan gencatan senjata Presiden Trump hanya menunjukkan bahwa Putin tidak serius tentang perdamaian."
Awal minggu ini, Vladimir Putin mengatakan bahwa ia setuju dengan gagasan gencatan senjata di Ukraina tetapi mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa "masih ada pertanyaan" tentang sifat gencatan senjata.
"Jika Rusia akhirnya datang ke meja perundingan, maka kita harus siap memantau gencatan senjata untuk memastikan bahwa itu adalah perdamaian yang serius dan abadi," tambah Starmer.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
"Jika mereka tidak melakukannya, maka kita perlu mengerahkan segenap tenaga untuk meningkatkan tekanan ekonomi pada Rusia guna mengamankan akhir dari perang ini."
Lihat Juga :