Gawat, Trump Bakal Gunakan Opsi Militer untuk Rebut Terusan Panama

Jum'at, 14 Maret 2025 - 10:03 WIB
loading...
Gawat, Trump Bakal Gunakan...
Presiden AS Donald Trump dilaporkan akan menggunakan opsi militer untuk merebut Terusan Panama. Foto/Master Sgt Michel Sauret/US Army
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump dilaporkan telah mengarahkan militer Amerika Serikat (AS) untuk mengembangkan rencana guna mengeklaim kembali dan merebut kembali Terusan Panama.

Militer Amerika juga diminta mengembangkan rencana untuk "mengamankan" Terusan Panama dari dugaan pengaruh China.

Langkah Trump itu diungkap sumber pemerintah AS yang dikutip Reuters, CNN, dan NBC, Jumat (14/3/2025).

Baca Juga: Donald Trump Ancam Ambil Alih Terusan Panama, Ini Respons Presiden Panama

Terusan Panama, rute maritim vital yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, telah berada di bawah kendali Panama sejak 1999 setelah Perjanjian Torrijos-Carter, yang menetapkan bahwa jalur tersebut akan tetap netral dan terbuka untuk semua negara.

Trump telah berulang kali mengancam untuk mengambil kembali kendali jalur air tersebut, dengan alasan "biaya yang tidak masuk akal" dan kekhawatiran atas meningkatnya kehadiran China di wilayah tersebut.

Awal tahun ini, Trump menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih kendali kanal tersebut, dengan menyatakan bahwa semua opsi tersedia untuk melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan nasional AS.

Dalam memo Panduan Strategis Pertahanan Nasional Sementara yang diperoleh CNN pada hari Kamis, Gedung Putih secara resmi meminta Pentagon untuk segera memberikan opsi untuk memastikan akses AS yang tidak terbatas ke kanal tersebut.

"Berikan opsi militer yang kredibel untuk memastikan akses militer dan komersial AS yang adil dan tanpa hambatan ke Terusan Panama," bunyi salah satu arahan dalam memo tersebut.

Komando Selatan AS telah mengembangkan rencana potensial, mulai dari "bermitra" erat dengan pasukan keamanan Panama hingga skenario di mana pasukan AS merebut kanal tersebut dengan paksa, kata pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada NBC.

Sumber yang dikutip oleh Reuters juga mengatakan Pentagon telah diperintahkan untuk mengeksplorasi opsi militer untuk mengamankan akses AS ke jalur air tersebut.

Pejabat Panama sebelumnya dengan tegas menolak pernyataan dan ancaman Trump, sementara Otoritas Terusan Panama menegaskan bahwa terusan itu dioperasikan semata-mata oleh warga Panama, tanpa bukti yang mendukung klaim kendali China.

Presiden Panama Jose Raul Mulino menyatakan bahwa terusan itu adalah bagian dari “warisan yang tidak dapat dicabut" Panama dan menekankan bahwa Panama memegang kendali penuh atas operasinya.

Namun, setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara pribadi menyampaikan ultimatum Trump ke Panama pada bulan Februari, Mulino membuat konsesi kepada Washington dengan menolak memperbarui perjanjian negara itu tahun 2017 dengan China di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan Beijing.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved