Berikut Detail Kesepakatan Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia selama 30 Hari

Rabu, 12 Maret 2025 - 21:25 WIB
loading...
Berikut Detail Kesepakatan...
Gencatan senjata Ukraina dan Rusia berlangsung selama 30 hari. Foto/X
A A A
RIYADH - Ukraina mengatakan akan mendukung usulan Washington untuk gencatan senjata 30 hari dengan Rusia. Itu dilakukan setelah apa yang disebut Kyiv sebagai pembicaraan "tonggak sejarah" di mana Amerika Serikat setuju untuk melanjutkan bantuan militer dan pembagian intelijen dengan Ukraina.

Setelah lebih dari delapan jam negosiasi dengan pejabat Ukraina di Jeddah, Arab Saudi pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS sekarang akan mengajukan tawaran yang ditandatangani bersama ke Rusia, dan keputusan ada di tangan Moskow.

Berikut Detail Kesepakatan Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia selama 30 Hari

1. Gencatan Senjata 30 Hari Bisa Diperpanjang

Melansir Al Arabiya, Ukraina menyatakan kesiapannya untuk menerima usulan AS untuk memberlakukan gencatan senjata sementara selama 30 hari, yang dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama para pihak, demikian pernyataan bersama tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam pidato video malam harinya bahwa AS mengusulkan untuk melakukan gencatan senjata sementara penuh, menghentikan serangan rudal, pesawat nirawak, dan bom, tidak hanya di Laut Hitam, tetapi juga di sepanjang garis depan.

“Ukraina siap menerima usulan ini — kami melihatnya sebagai langkah positif dan siap untuk melakukannya,” kata Zelensky.

Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab

2. AS Akan Berikan Bantuan Keamanan ke Ukraina

Amerika Serikat mengatakan akan segera mencabut jeda pembagian intelijen dan melanjutkan bantuan keamanan ke Ukraina. Pejabat Ukraina mengatakan pada Selasa malam bahwa bantuan dan pembagian intelijen telah dilanjutkan.

Dalam pernyataan bersama hari Selasa, kedua negara mengatakan mereka sepakat untuk segera menyimpulkan perjanjian komprehensif untuk mengembangkan sumber daya mineral penting Ukraina.

Perjanjian mineral telah berjalan selama berminggu-minggu dan terombang-ambing setelah pertemuan sengit di Gedung Putih pada tanggal 28 Februari antara Presiden AS Donald Trump, yang telah lama skeptis terhadap bantuan Ukraina, dan Zelensky.

Kedua belah pihak juga menekankan pentingnya upaya bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari proses perdamaian, khususnya selama gencatan senjata, termasuk pertukaran tawanan perang, pembebasan tahanan sipil, dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.

Kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk tim negosiasi mereka dan segera memulai negosiasi perdamaian.

3. Gencatan Senjata Diimplementasikan dengan Rusia

Perjanjian tersebut bergantung pada penerimaan dan implementasi bersamaan oleh Rusia. Pejabat AS mengatakan mereka akan membawa perjanjian tersebut ke Moskow.

Penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, akan bertemu dengan mitranya dari Rusia dalam beberapa hari mendatang dan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, berencana untuk mengunjungi Moskow minggu ini untuk bertemu Putin.

Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan berbicara dengan Putin minggu ini dan bahwa ia berharap gencatan senjata yang langgeng akan dinegosiasikan dalam beberapa hari mendatang.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan setelah perundingan AS-Ukraina pada hari Selasa bahwa pihaknya tidak mengesampingkan kontak dengan perwakilan AS.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved