Wapres Filipina Sara Duterte Susul Ayahnya yang Akan Diadili di Den Haag
Rabu, 12 Maret 2025 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Putri bungsu Duterte, Veronica Duterte, berencana untuk mengajukan permintaan habeas corpus ke Mahkamah Agung Filipina untuk memaksa pemerintah membawa kembali ayahnya, kata mantan penasihat hukum utama Duterte, Salvador Panelo.
Silvestre Bello, mantan menteri ketenagakerjaan dan salah satu pengacara mantan presiden, mengatakan tim hukum akan bertemu untuk menilai opsi dan mencari kejelasan tentang ke mana mantan presiden akan dibawa dan apakah mereka akan diberikan akses kepadanya.
"Hal pertama yang akan kami lakukan adalah mencari tahu ke mana tepatnya mantan presiden akan dibawa, jadi kami tahu ke mana kami harus pergi, karena ia akan membutuhkan bantuan hukum," kata Bello.
“Kami juga akan membahas semua kemungkinan upaya hukum.”
Perjalanan Sara ke Den Haag dilakukan satu bulan setelah ia dimakzulkan oleh majelis rendah Kongres Filipina di tengah keretakan yang semakin besar dengan Marcos Jr.
Pemungutan suara dilakukan setelah anggota parlemen, yang banyak di antaranya adalah sekutu Marcos, menandatangani petisi untuk mencopotnya dari jabatan.
Meskipun rincian pastinya belum dibagikan, pemungutan suara pemakzulan tersebut dilakukan setelah serangkaian pengaduan yang menuduh wakil presiden tersebut melakukan kejahatan mulai dari penyalahgunaan dana publik hingga merencanakan pembunuhan Marcos.
Sara secara konsisten membantah melakukan kesalahan dan menggambarkan tindakan terhadapnya sebagai dendam politik.
Silvestre Bello, mantan menteri ketenagakerjaan dan salah satu pengacara mantan presiden, mengatakan tim hukum akan bertemu untuk menilai opsi dan mencari kejelasan tentang ke mana mantan presiden akan dibawa dan apakah mereka akan diberikan akses kepadanya.
"Hal pertama yang akan kami lakukan adalah mencari tahu ke mana tepatnya mantan presiden akan dibawa, jadi kami tahu ke mana kami harus pergi, karena ia akan membutuhkan bantuan hukum," kata Bello.
“Kami juga akan membahas semua kemungkinan upaya hukum.”
Perjalanan Sara ke Den Haag dilakukan satu bulan setelah ia dimakzulkan oleh majelis rendah Kongres Filipina di tengah keretakan yang semakin besar dengan Marcos Jr.
Pemungutan suara dilakukan setelah anggota parlemen, yang banyak di antaranya adalah sekutu Marcos, menandatangani petisi untuk mencopotnya dari jabatan.
Meskipun rincian pastinya belum dibagikan, pemungutan suara pemakzulan tersebut dilakukan setelah serangkaian pengaduan yang menuduh wakil presiden tersebut melakukan kejahatan mulai dari penyalahgunaan dana publik hingga merencanakan pembunuhan Marcos.
Sara secara konsisten membantah melakukan kesalahan dan menggambarkan tindakan terhadapnya sebagai dendam politik.
Lihat Juga :