Rusia Ancam Negara Tetangga Indonesia jika Kirim Pasukan ke Ukraina
Selasa, 11 Maret 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa "tidak penting apa yang kita harapkan" dari perundingan AS-Ukraina mendatang di Arab Saudi pada hari Selasa.
"Yang penting di sini adalah apa yang diharapkan Amerika Serikat. Dan di berbagai tingkatan, Anda dan saya telah berulang kali mendengar pernyataan bahwa Amerika Serikat sedang menunggu demonstrasi keinginan Ukraina untuk berdamai," kata Peskov.
"Faktanya, ini mungkin yang ditunggu semua orang. Apakah anggota rezim [Presiden Volodymyr] Zelenskyy benar-benar menginginkan perdamaian atau tidak – ini sangat penting dan perlu diputuskan."
Kemudian, Badan intelijen luar negeri SVR Rusia mengatakan Inggris memandang hubungan Moskow yang membaik dengan Washington sebagai hal yang berbahaya bagi upayanya untuk "menahan" Rusia.
"Menurut informasi yang diterima oleh SVR, pimpinan Inggris melihat ancaman terhadap kepentingannya dalam upaya mempromosikan dialog antara AS dan Rusia untuk menyelesaikan konflik Ukraina," kata badan tersebut.
"London khawatir hal ini akan menyebabkan kegagalan strategi Inggris untuk membendung Moskow, yang di dalamnya kendali atas Ukraina menempati tempat yang sentral."
"Yang penting di sini adalah apa yang diharapkan Amerika Serikat. Dan di berbagai tingkatan, Anda dan saya telah berulang kali mendengar pernyataan bahwa Amerika Serikat sedang menunggu demonstrasi keinginan Ukraina untuk berdamai," kata Peskov.
"Faktanya, ini mungkin yang ditunggu semua orang. Apakah anggota rezim [Presiden Volodymyr] Zelenskyy benar-benar menginginkan perdamaian atau tidak – ini sangat penting dan perlu diputuskan."
Kemudian, Badan intelijen luar negeri SVR Rusia mengatakan Inggris memandang hubungan Moskow yang membaik dengan Washington sebagai hal yang berbahaya bagi upayanya untuk "menahan" Rusia.
"Menurut informasi yang diterima oleh SVR, pimpinan Inggris melihat ancaman terhadap kepentingannya dalam upaya mempromosikan dialog antara AS dan Rusia untuk menyelesaikan konflik Ukraina," kata badan tersebut.
"London khawatir hal ini akan menyebabkan kegagalan strategi Inggris untuk membendung Moskow, yang di dalamnya kendali atas Ukraina menempati tempat yang sentral."
Lihat Juga :