Komisi Eropa Dorong UE Memiliki Blok Pertahanan Baru, Berikut 3 Alasannya

Senin, 10 Maret 2025 - 18:25 WIB
loading...
Komisi Eropa Dorong...
Komisi Eropa dorong UE memiliki blok pertahanan baru. Foto/Xinhua/Lefteris Partsalis
A A A
LONDON - Uni Eropa (UE) harus berupaya membangun "persatuan pertahanan" sendiri alih-alih terus bergantung pada AS dengan membentuk blok pertahanan baru. Itu diungkapkan kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Kata-katanya muncul di tengah kekhawatiran yang meluas mengenai komitmen Washington terhadap NATO, terutama setelah pidato mengejutkan Wakil Presiden AS J.D. Vance di Konferensi Keamanan Munich pada bulan Februari.

Komisi Eropa Dorong UE Memiliki Blok Pertahanan Baru, Berikut 3 Alasannya

1. Hadirnya Persaingan Geostrategis yang Ketat

"Kita jelas telah memasuki era baru persaingan geostrategis yang ketat," kata von der Leyen dalam konferensi pers di Brussels pada hari Minggu yang menandai 100 hari pertama masa jabatan keduanya yang berdurasi lima tahun, dilansir RT.

“Kami melihat bahwa kedaulatan, tetapi juga komitmen yang kuat, dipertanyakan. Semuanya telah menjadi transaksional,” tambahnya.

Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab

2. Sudah Ada Penggalangan Dana

Von der Leyen memuji rencana yang baru-baru ini diluncurkan untuk mengumpulkan €800 miliar (USD868 miliar) sebagai langkah “bersejarah” dalam memperkuat militer UE.

“Ini dapat menjadi fondasi persatuan pertahanan Eropa,” katanya, seraya menambahkan bahwa blok tersebut dapat “bekerja sama dengan negara-negara lain yang berpikiran sama, seperti Inggris atau Norwegia atau Kanada.”

3. Banyaknya Ancaman Nyata bagi Eropa

Presiden menambahkan bahwa Komisi Eropa akan segera merilis buku putih yang menganalisis “skenario ancaman” dan mengusulkan tindakan untuk mengatasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
IOC Tolak Investigasi...
IOC Tolak Investigasi Presiden FIFA atas Kontroversi Piala Dunia 2026
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Berita Terkini
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Infografis
3 Fakta Ukraina Tak...
3 Fakta Ukraina Tak Memiliki Masa Depan dalam Konflik Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved