Presiden Latvia Minta Negara-negara Eropa Harus Memberlakukan Wajib Militer

Senin, 10 Maret 2025 - 16:11 WIB
loading...
A A A
Beberapa negara Eropa menghentikan wajib militer setelah berakhirnya Perang Dingin, tetapi sejumlah negara – khususnya di Skandinavia dan Baltik – telah memberlakukannya kembali dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar karena ancaman Rusia.

Kegagalan untuk mendaftar dapat mengakibatkan denda atau bahkan hukuman penjara di beberapa negara.

Rinkevics mengatakan kepada Sky News bahwa ada juga diskusi di negaranya tentang apakah ada kebutuhan untuk memberlakukan wajib militer bagi wanita.

"Saat ini, itu belum menjadi keputusan yang diambil," katanya. "Tidak ada kewajiban hukum untuk itu... Ini adalah perdebatan tetapi belum ada keputusan yang diambil."

Presiden menambahkan bahwa ia memahami bahwa "masyarakat sedikit gugup" mengenai situasi ini, tetapi mengatakan bahwa "tentu saja, jaminan yang kuat adalah satu hal, hal yang lain adalah tindakan nyata yang diambil oleh pemerintah Latvia, oleh pemerintah Eropa lainnya, untuk memastikan bahwa kita semua menjadi lebih kuat." Radina Gigova berkontribusi pada laporan ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Sebut AS Penjaga Selat...
Sebut AS Penjaga Selat Hormuz, Trump Tuntut Tarif Rp 480 Miliar per Kapal Supertanker
Trump Lapor ke Kongres...
Trump Lapor ke Kongres AS, Operasi Militer terhadap Iran Dimulai Lagi
Rekomendasi
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Sidang Banding Nadiem...
Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar 5 Agustus 2026
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved