Presiden Latvia Minta Negara-negara Eropa Harus Memberlakukan Wajib Militer

Senin, 10 Maret 2025 - 16:11 WIB
loading...
Presiden Latvia Minta...
Presiden Latvia meminta negara-negara Eropa harus memberlakukan wajib militer. Foto/Cristian Cristel/Xinhua
A A A
LONDON - Negara-negara Eropa harus "benar-benar" memberlakukan wajib militer untuk memerangi ancaman agresi Rusia, kata Presiden Latvia Edgars Rinkevics pada Minggu, karena Eropa semakin khawatir tentang arah perang di Ukraina.

Latvia memberlakukan kembali wajib militer untuk pria dewasa pada 1 Januari tahun lalu, setelah menghapusnya pada tahun 2006. Negara Baltik itu berbagi perbatasan sepanjang 180 mil dengan Rusia di sebelah timurnya dan sangat rentan terhadap agresi Rusia.

Para pemimpin Eropa bertemu pada hari Kamis di Brussels untuk melakukan pembicaraan darurat mengenai perang Ukraina dan pertahanan Eropa, dan berjanji untuk mempersenjatai kembali benua itu setelah Amerika Serikat mengancam akan mencabut jaminan keamanan yang telah berlaku selama 80 tahun.

Ketika ditanya apakah mitra-mitra Eropa harus mengikuti keputusan Latvia untuk memberlakukan kembali wajib militer, Rinkevics mengatakan kepada Sky News: “Ya… melihat apa yang terjadi di dunia, keputusan yang kami ambil, dan ya memang, kami telah berdiskusi cukup lama pada tahun 2022 dan keputusan itu diambil oleh Parlemen.”

“Banyak negara Eropa lainnya perlu mengikuti itu,” tambahnya.

Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab

Ketika ditanya lagi apakah menurutnya negara-negara Eropa lainnya harus mengambil keputusan yang serupa dengan Latvia dalam hal pengeluaran pertahanan dan wajib militer, Rinkēvičs berkata “tentu saja.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Panas! Trump Ancam Serang...
Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg
Rekomendasi
Kuasa Hukum Tegaskan...
Kuasa Hukum Tegaskan Sarwendah Tak Pernah Laporkan Betrand Peto ke Polres Jaksel
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Prancis Terhenti di...
Prancis Terhenti di Semifinal, Macron: Terima Kasih Les Bleus
Berita Terkini
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved