Musuh-musuh utama AS dan NATO Gelar Latihan Perang
Minggu, 09 Maret 2025 - 21:10 WIB
loading...
China, Rusia dan Iran gelar latihan kapal perang. Foto/Xinhua/Li Bingxuan
A
A
A
BEIJING - Latihan angkatan laut gabungan yang melibatkan pasukan angkatan laut Republik Islam Iran , Rusia, dan China dijadwalkan akan diadakan di bagian utara Samudra Hindia, tempat ketiga negara akan terlibat dalam operasi maritim skala besar yang melibatkan berbagai divisi pasukan militer mereka.
Kementerian Pertahanan China mengumumkan dalam akun Weibo resminya pada hari Minggu bahwa latihan angkatan laut, yang dijuluki Sabuk Keamanan-2025, akan digelar di wilayah dekat Pelabuhan Chabahar di tenggara Iran pada awal dan pertengahan Maret.
Latihan tersebut akan menampilkan kursus pelatihan, termasuk serangan target maritim, VBSS (kunjungan, naik ke kapal, pencarian, dan penyitaan), pengendalian kerusakan, dan operasi pencarian dan penyelamatan bersama, menurut pernyataan dari kementerian.
Latihan ini bertujuan untuk memperdalam rasa saling percaya militer dan kerja sama pragmatis di antara pasukan negara-negara peserta, kata pernyataan itu.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dilaporkan akan mengirim kapal perusak dan kapal pengisian bahan bakar untuk mengambil bagian dalam latihan gabungan tersebut.
Seorang pakar China mengatakan latihan tersebut akan membantu menjaga keamanan di wilayah pengiriman energi yang penting secara strategis.
Sabuk Keamanan-2025 akan menjadi latihan angkatan laut gabungan China-Iran-Rusia kelima sejak 2019.
Panglima Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan pasukan angkatan laut dari Republik Islam, Rusia, dan China akan menggelar latihan angkatan laut gabungan di perairan Teluk Persia. Angkatan laut Iran beserta mitranya dari Tiongkok dan Rusia telah menggelar beberapa latihan militer dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas perdagangan maritim internasional.
Mereka juga terlibat dalam upaya bersama yang bertujuan untuk melawan pembajakan dan terorisme maritim, bertukar informasi dalam operasi penyelamatan dan bantuan angkatan laut, serta berbagi pengalaman operasional dan taktis.
Pada bulan Maret 2024, unit angkatan laut dan udara Angkatan Laut Republik Islam Iran, bersama dengan mitranya dari China dan Rusia, berpartisipasi dalam latihan angkatan laut Sabuk Keamanan Maritim 2024.
Delegasi angkatan laut dari Azerbaijan, Kazakhstan, Oman, Pakistan, dan Afrika Selatan turut serta sebagai pengamat dalam latihan tersebut.
Latihan angkatan laut gabungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan dan dasar-dasarnya di kawasan tersebut, meningkatkan kerja sama multilateral di antara negara-negara peserta, dan menunjukkan niat baik serta kemampuan para peserta untuk bersama-sama menjaga perdamaian global dan keamanan maritim.
Latihan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat keamanan perdagangan maritim internasional, memerangi pembajakan dan terorisme maritim, serta memberikan kesempatan untuk bertukar informasi di bidang penyelamatan maritim serta pengalaman operasional dan taktis.
Kementerian Pertahanan China mengumumkan dalam akun Weibo resminya pada hari Minggu bahwa latihan angkatan laut, yang dijuluki Sabuk Keamanan-2025, akan digelar di wilayah dekat Pelabuhan Chabahar di tenggara Iran pada awal dan pertengahan Maret.
Latihan tersebut akan menampilkan kursus pelatihan, termasuk serangan target maritim, VBSS (kunjungan, naik ke kapal, pencarian, dan penyitaan), pengendalian kerusakan, dan operasi pencarian dan penyelamatan bersama, menurut pernyataan dari kementerian.
Latihan ini bertujuan untuk memperdalam rasa saling percaya militer dan kerja sama pragmatis di antara pasukan negara-negara peserta, kata pernyataan itu.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dilaporkan akan mengirim kapal perusak dan kapal pengisian bahan bakar untuk mengambil bagian dalam latihan gabungan tersebut.
Seorang pakar China mengatakan latihan tersebut akan membantu menjaga keamanan di wilayah pengiriman energi yang penting secara strategis.
Sabuk Keamanan-2025 akan menjadi latihan angkatan laut gabungan China-Iran-Rusia kelima sejak 2019.
Panglima Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan pasukan angkatan laut dari Republik Islam, Rusia, dan China akan menggelar latihan angkatan laut gabungan di perairan Teluk Persia. Angkatan laut Iran beserta mitranya dari Tiongkok dan Rusia telah menggelar beberapa latihan militer dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas perdagangan maritim internasional.
Mereka juga terlibat dalam upaya bersama yang bertujuan untuk melawan pembajakan dan terorisme maritim, bertukar informasi dalam operasi penyelamatan dan bantuan angkatan laut, serta berbagi pengalaman operasional dan taktis.
Pada bulan Maret 2024, unit angkatan laut dan udara Angkatan Laut Republik Islam Iran, bersama dengan mitranya dari China dan Rusia, berpartisipasi dalam latihan angkatan laut Sabuk Keamanan Maritim 2024.
Delegasi angkatan laut dari Azerbaijan, Kazakhstan, Oman, Pakistan, dan Afrika Selatan turut serta sebagai pengamat dalam latihan tersebut.
Latihan angkatan laut gabungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan dan dasar-dasarnya di kawasan tersebut, meningkatkan kerja sama multilateral di antara negara-negara peserta, dan menunjukkan niat baik serta kemampuan para peserta untuk bersama-sama menjaga perdamaian global dan keamanan maritim.
Latihan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat keamanan perdagangan maritim internasional, memerangi pembajakan dan terorisme maritim, serta memberikan kesempatan untuk bertukar informasi di bidang penyelamatan maritim serta pengalaman operasional dan taktis.
(ahm)
Lihat Juga :