Marah, Donald Trump Pertimbangkan Tarik 35.000 Tentara AS dari Jerman

Minggu, 09 Maret 2025 - 07:06 WIB
loading...
Marah, Donald Trump...
Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menarik 35.000 tentara Amerika Serikat dari Jerman. Foto/Pablo N Piedra/US Army
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menarik 35.000 tentara Amerika Serikat (AS) dari Jerman.

Laporan yang diterbitkan The Telegraph tersebut menyebutkan bahwa Trump marah karena Eropa mendorong perang melawan Rusia.

Laporan tersebut mengutip sumber yang dekat dengan Gedung Putih. AS memiliki lebih dari 35.000 personel militer yang ditempatkan di puluhan pangkalan di Jerman. Anggota NATO Eropa tersebut juga menjadi tuan rumah senjata nuklir Amerika.

Trump, menurut laporan tersebut, bermaksud menarik pasukan Amerika dari Jerman dan memindahkannya ke Hongaria.

Baca Juga: Jerman Kehabisan Senjata untuk Ukraina

Pemerintahan Trump telah berselisih dengan banyak sekutunya di Eropa tentang cara menangani Moskow dan menyelesaikan perang Rusia-Ukraina.

Sementara Trump menekankan perlunya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin dan menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas permusuhan tersebut, Inggris dan banyak anggota Uni Eropa menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung Kyiv.

“Trump marah karena mereka [Eropa] tampaknya mendorong perang,” kata sumber tersebut kepada The Telegraph, yang dilansir Sabtu (8/3/2025).

Juru bicara keamanan nasional AS Brian Hughes telah merespons laporan tersebut.

“Meskipun tidak ada pengumuman khusus yang akan segera dilakukan, militer AS selalu mempertimbangkan penempatan kembali pasukan di seluruh dunia untuk mengatasi ancaman terkini terhadap kepentingan kami dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada The Telegraph.

Trump telah berulang kali menuduh Jerman tidak cukup membelanjakan uang untuk pertahanannya sendiri, sementara penasihatnya; miliarder teknologi Elon Musk, secara terbuka mendukung partai oposisi Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam Pemilu Parlemen Jerman baru-baru ini.

Wakil Presiden AS JD Vance juga membuat heboh bulan lalu ketika dia mengkritik undang-undang kebebasan berbicara Jerman selama konferensi tingkat tinggi di Munich.

Friedrich Merz, calon kanselir Jerman, berpendapat bahwa Trump sengaja meningkatkan pertemuannya yang kontroversial pada 28 Februari dengan Zelensky di Oval Office.

Setelah memenangkan Pemilu bulan lalu, Merz menyatakan bahwa Jerman tidak bisa lagi bergantung pada AS untuk pertahanannya. "Kita sekarang harus menunjukkan bahwa kita berada dalam posisi untuk bertindak secara independen di Eropa," katanya.

Awal minggu ini, Hongaria memblokir pernyataan bersama Uni Eropa yang menjanjikan lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina. Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berpihak pada Trump selama pertengkaran publiknya dengan Zelensky. "Hari ini, Presiden Donald Trump berdiri dengan berani untuk perdamaian. Meskipun sulit bagi banyak orang untuk menerimanya," tulisnya di X.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved