Rusia Kecam Strategi Militer Uni Eropa sebagai Permainan Geopolitik yang Berbahaya, Berikut 3 Alasannya

Senin, 10 Maret 2025 - 02:20 WIB
loading...
Rusia Kecam Strategi...
Rusia kecam strategi militer Uni Eropa sebagai permainan geopolitik yang berbahaya. Foto/Xinhua/Cristian Cristel
A A A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengklaim pada hari Jumat bahwa UE sedang memainkan "permainan geopolitik yang berbahaya" dengan keputusannya untuk mempersenjatai kembali.

"Dengan mengabaikan konsekuensi nyata dari keputusannya, Brussels terus memainkan permainan geopolitik yang berbahaya," komentar Zakharova dalam sebuah pernyataan pada pertemuan puncak luar biasa oleh para pemimpin UE tentang "Ukraina dan pertahanan."

Rusia Kecam Strategi Militer Uni Eropa sebagai Permainan Geopolitik yang Berbahaya, Berikut 3 Alasannya

1. Uni Eropa Jadi Aliansi Militer

Ia mengatakan diskusi dan hasil pertemuan puncak tersebut menunjukkan bahwa UE, yang awalnya merupakan proyek perdagangan dan integrasi ekonomi, dengan cepat berubah menjadi aliansi militer yang bertujuan untuk memberikan "kekalahan strategis" kepada Rusia.

Zakharova mengingatkan bahwa alih-alih mencari solusi damai, UE mengumumkan rencana untuk segera meningkatkan bantuan militer dan keuangan ke Kyiv, sehingga secara sengaja memicu ketegangan dan mengesampingkan kemungkinan dialog.

Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru

2. Eropa Sudah Mendeklarasikan Lomba Persenjataan Militer

Ia berpendapat bahwa militerisasi dan persenjataan ulang Eropa yang cepat telah dideklarasikan.

3. Eropa Terjebak dengan Utang dan Ketakutan pada Rusia

"Generasi Eropa berikutnya tersembunyi di balik rumor ancaman Rusia dan belenggu utang.

"Kurangnya kapasitas hukum dan kemampuan militer yang nyata telah menyebabkan spekulasi mengenai otonomi strategis UE sebagai pelengkap NATO," imbuhnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
3 Negara yang Mendukung...
3 Negara yang Mendukung Rusia jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved