Kebaya Harus Distandardisasi
Kamis, 06 Maret 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Satrya, wakil Indonesia di Unesco, berdiskusi dengan enam pelopor pemakaian kebaya di Eropa itu.
“Kami melihat pentingnya standarisasi, bagaimana kebaya di Tanah Air dirumuskan,“ imbuh Christiana. Jika tidak, maka pakem kebaya akan menjalar kemana mana.
“Dengan standarisasi, ada pedoman yang jelas tentang apa yang dianggap sebagai kebaya, apa yang bukan kebaya, sehingga warisan budaya ini tidak mengalami distorsi atau kehilangan esensinya,“ papar dia.
Kendati demikian, masih menurut Christiana, standarisasi harus dilakukan dengan bijak agar tidak membatasi kreativitas atau mengecilkan keberagaman kebaya di berbagai daerah.
“Saat ini belum ada standarisasi kebaya yang ada di Indonesia, yang begitu banyak ragamnya,“ imbuh Christiana.
Kebaya setahun silam, ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya bukan benda. Pada mulanya, Indonesia maju sendiri untuk mendaftarkan kebaya untuk katagori ini di Unesco.
“Kami melihat pentingnya standarisasi, bagaimana kebaya di Tanah Air dirumuskan,“ imbuh Christiana. Jika tidak, maka pakem kebaya akan menjalar kemana mana.
“Dengan standarisasi, ada pedoman yang jelas tentang apa yang dianggap sebagai kebaya, apa yang bukan kebaya, sehingga warisan budaya ini tidak mengalami distorsi atau kehilangan esensinya,“ papar dia.
Kendati demikian, masih menurut Christiana, standarisasi harus dilakukan dengan bijak agar tidak membatasi kreativitas atau mengecilkan keberagaman kebaya di berbagai daerah.
“Saat ini belum ada standarisasi kebaya yang ada di Indonesia, yang begitu banyak ragamnya,“ imbuh Christiana.
Kebaya setahun silam, ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya bukan benda. Pada mulanya, Indonesia maju sendiri untuk mendaftarkan kebaya untuk katagori ini di Unesco.
Lihat Juga :