5 Negara Korup dengan Militer Terlemah, Nomor 1 dan 4 Berpenduduk Mayoritas Muslim

Kamis, 06 Maret 2025 - 15:24 WIB
loading...
5 Negara Korup dengan...
Tentara Somalia mengikuti parade militer. Foto/OMAR ABDISALAM
A A A
KABUL - Terdapat sejumlah negara korup dengan militer terlemah yang bisa diketahui. Dari sekian nama, salah satunya berada di Benua Asia.

Saat ini, ada banyak negara di dunia yang memiliki tingkat korupsi paling parah. Ironisnya, mereka juga memiliki kekuatan militer yang lemah, baik karena keterbatasan sumber daya, konflik berkepanjangan hingga ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola anggaran pertahanan secara efektif.

Melihat berbagai nama dari masing-masing benua, banyak negara yang masuk dalam kategori korup dan memiliki militer yang lemah. Berikut ini di antaranya yang bisa diketahui.

Negara Korup dengan Militer Terlemah

1. Somalia


Somalia adalah negara paling korup nomor dua di dunia menurut laporan Transparency International berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024.
Dengan skor CPI 9, mereka hanya unggul satu tingkat di atas Sudan Selatan yang memiliki poin CPI 8.

Melansir Quartz, ada beberapa faktor yang membuat angka korupsi di Somalia sangat tinggi. Di antaranya seperti ketidakstabilan politik, aksi terorisme yang merajalela hingga penindasan kebebasan pers.

Lebih parah, korupsi di Somalia dilaporkan terjadi hampir di seluruh bidang, dari pelayanan publik, sistem peradilan, administrasi, pengadaan barang publik, bahkan aparat kepolisian.

Pada salah penilaiannya, utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat korupsi yang tumbuh subur di Somalia telah menghambat pembangunan negara.

Adapun upaya seperti pembentukan komisi anti-korupsi guna memberantas para koruptor belum membuahkan hasil.

Selain dikenal korup, Somalia juga masuk daftar negara dengan militer terlemah. Pemeringkatan Global Fire Power (GFP) 2025 mencatat negara ini berada di urutan ke-142 dari 145 nama yang masuk daftar.

Somalia tercatat hanya memiliki 15.000 tentara aktif dan 2.000 paramiliter. Sementara soal alat tempur, keberadaannya juga sangat terbatas.

2. Nikaragua


Nikaragua merupakan sebuah negara yang berada di Amerika Tengah. Mereka juga masuk daftar negara paling korup di dunia dengan skor CPI sebesar 14.

Luciana Torchiaro selaku penasihat Transparency International untuk Amerika Latin menjelaskan bahwa indeks yang dibuat lembaganya diambil dari tiga indikator, yakni tata kelola, transparansi, dan impunitas.

Hasilnya menunjukan korupsi publik di Nikaragua mengkhawatirkan karena adanya pemusatan kekuasaan brutal hingga penyalahgunaan korupsi yang tidak diberi sanksi.

Selain masalah korupsi, Nikaragua juga memiliki kekuatan militer yang terbilang lemah. Peringkat GFP 2025 menempatkan negara ini di posisi ke-131 dengan 45.000 tentara aktif dan 5.500 paramiliter.

3. Eritrea


Lanjut, ada Eritrea. Negara di Benua Afrika ini masuk daftar negara paling korup dengan skor CPI sebesar 13, bahkan lebih rendah dari Nikaragua.

Mengutip laman Amnesty, korupsi di Eritrea telah merusak pelaksanaan anggaran dan mengurangi sumber daya yang tersedia untuk layanan publik, termasuk pendidikan.

Kondisinya semakin diperburuk oleh represi politik, supremasi hukum yang lemah, dan praktik otoriter yang meluas, sehingga membatasi kemampuan publik dalam menjalankan kewaspadaan terhadap korupsi.

Terlepas dari masalah korupsi, Eritrea juga menjadi negara dengan militer lemah. Posisinya di GFP 2025 berada di urutan ke-120 dengan sumber daya tempur yang terbatas.

4. Afghanistan


Lanjut, ada Afghanistan. Mereka juga terbilang sebagai salah satu negara terkorup dengan skor CPI sebesar 17.

Mengutip The Diplomat, masalah korupsi telah mengakar di Afghanistan dengan kebusukan yang terus berlanjut di berbagai rezim. Satu-satunya perbedaan kali ini adalah Taliban menegakkannya dengan sisi ekstremisme Islam.

Inti dari krisis korupsi di Afghanistan berkaitan dengan model tata kelola yang terlalu tersentralisasi.

Ironisnya, skema tersebut mendorong terciptanya lingkungan yang membuat loyalitas pribadi dan koneksi politik mengalahkan prestasi, sehingga membuka jalan bagi nepotisme dan korupsi.

Di samping masalah krisis korupsi, Afghanistan yang kini dikuasai Taliban juga memiliki militer lemah. GFP 2025 menempatkan negara itu di urutan ke-118 dengan skor indeks 2.6442.

5. Sudan Selatan


Data Transparency International menempatkan Sudan Selatan sebagai negara terkorup di dunia. Mereka di urutan paling bawah dengan skor CPI hanya 8.

Korupsi di Sudan juga bersifat sistemik di semua tingkat pemerintahan dan menyebar hampir di setiap sektor ekonomi. Hal ini membuat para pelaku menikmati impunitas yang meluas.

Masyarakat internasional sebenarnya sudah sering meminta pemerintah Sudan Selatan untuk mengambil tindakan lebih tegas guna mengatasi korupsi. Namun, kemajuannya lambat dan korupsi tetap menjadi tantangan besar bagi mereka sampai sekarang.

Bicara kekuatan militer, Sudan Selatan juga memiliki kemampuan terbatas. Pemeringkatan GFP 2025 memasukkan negara ini di urutan ke-113.

Itulah beberapa nama negara korup dengan militer terlemah yang bisa diketahui.

Baca juga: 290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Payungi Eropa, Efektifkah Melawan 5.889 Nuklir Rusia?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Kemlu Koordinasi Pembebasan...
Kemlu Koordinasi Pembebasan 4 ABK WNI MT Honour 25 yang Dibajak Perompak Somalia
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved