AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir ke Timur Tengah usai Tetapkan Houthi sebagai Kelompok Teroris

Kamis, 06 Maret 2025 - 14:16 WIB
loading...
AS Kerahkan Kapal Induk...
AS kembali kerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S Truman ke perairan Timur Tengah setelah menetapkan Houthi Yaman sebagai organisasi teroris asing. Foto/CENTCOM
A A A
TEL AVIV - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka kembali mengerahkan kapal induk bertenga nuklir USS Harry S Truman ke Timur Tengah.

Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Washington memasukkan Houthi Yaman sebagai organisasi teroris asing (FTO).

Para pejabat Washington mengatakan kapal induk USS Harry S Truman kembali ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat (CENTCOM) minggu ini.

Baca Juga: Indonesia Berambisi Memiliki Kapal Induk, Pakar Pertahanan Sebut Tak Masuk Akal

Kapal itu meninggalkan Laut Merah dan berlabuh di Teluk Souda bulan lalu untuk kunjungan kerja setelah dua bulan operasi tempur di Laut Merah, terutama untuk melawan serangan kelompok Houthi Yaman.

Tak lama setelah kunjungan kerjanya di pelabuhan, USS Harry S Truman bertabrakan dengan kapal kargo di dekat Port Said, Mesir.

Setelah menjalani perbaikan, kapal induk itu kini berada di perairan Timur Tengah. Kapal itu juga telah digunakan dalam serangan udara gabungan AS-Somalia terhadap militan senior ISIS-Somalia.

Pada hari Selasa, Houthi mengatakan mereka menembak jatuh pesawat nirawak MQ-9 Reaper yang sedang menjalankan "misi permusuhan" di atas langit Yaman.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa Angkatan Udara kehilangan kontak dengan MQ-9 saat beroperasi di atas Laut Merah tetapi mengatakan bahwa insiden pesawat nirawak itu sedang diselidiki.

MQ-9 sedang melakukan operasi untuk mendukung Operasi Poseidon Archer, yang mengacu pada upaya militer AS yang menargetkan Houthi Yaman, kata pejabat tersebut.

Hal itu terjadi setelah Houthi, juga pada bulan Februari, meluncurkan serangan rudal permukaan-ke-udara ke arah jet tempur F-16 dan pesawat nirawak MQ-9 Reaper AS tetapi tidak mengenai keduanya, kata pejabat pertahanan AS kepada Al Arabiya English.
Para pejabat sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang meninjau berbagai opsi untuk melawan serangan Houthi.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi menetapkan Houthi sebagai FTO minggu ini, sesuai dengan perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Trump tak lama setelah menjabat.

Pemerintahan AS sebelumnya, yakni era Presiden Joe Biden, mencabut status FTO dari Houthi dengan alasan masalah kemanusiaan di Yaman.

Para kritikus mengatakan hal itu dilakukan pemerintah Biden sebagai bagian dari harapan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran, yang membuat AS mengurangi tekanan dan kampanye sanksi terhadap Teheran.

Keputusan FTO sekarang memberikan lebih banyak opsi bagi komandan militer AS untuk memerintahkan serangan ofensif terhadap Houthi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards Harapkan Pemenang Kategori Bisa Hadapi Tantangan di Tengah Situasi Dinamis
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Berita Terkini
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Infografis
Sepasang Pesawat Pengebom...
Sepasang Pesawat Pengebom Nuklir AS Berkeliaran di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved