Rusia Siap Memfasilitasi Negosiasi AS dan Iran
Rabu, 05 Maret 2025 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran bulan lalu, hanya beberapa pekan setelah Moskow dan Teheran menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang penting.
Perintah eksekutif Trump mengatakan Washington akan meningkatkan sanksi terhadap Iran, yang bertujuan mengganggu program nuklirnya, penyebaran rudal konvensional, dan jaringan kelompok proksi regional.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negara itu tengah membangun pertahanannya, dengan alasan ancaman rutin dari sekutu AS, Israel.
“Menlu rezim Israel dan pejabat lainnya terus mengancam Iran dengan aksi militer sementara Barat terus menyalahkan Iran atas kemampuan pertahanannya. Ini keterlaluan dan tidak rasional,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pekan lalu.
“Mengingat Israel kecanduan agresi dan perilaku melanggar hukum, Israel bertanggung jawab dan penting untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan kami,” ungkap dia.
Perintah eksekutif Trump mengatakan Washington akan meningkatkan sanksi terhadap Iran, yang bertujuan mengganggu program nuklirnya, penyebaran rudal konvensional, dan jaringan kelompok proksi regional.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negara itu tengah membangun pertahanannya, dengan alasan ancaman rutin dari sekutu AS, Israel.
“Menlu rezim Israel dan pejabat lainnya terus mengancam Iran dengan aksi militer sementara Barat terus menyalahkan Iran atas kemampuan pertahanannya. Ini keterlaluan dan tidak rasional,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pekan lalu.
“Mengingat Israel kecanduan agresi dan perilaku melanggar hukum, Israel bertanggung jawab dan penting untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan kami,” ungkap dia.
Lihat Juga :